Doa mustajab berbakti kepada orang tua
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hak bagi kedua orang tua untuk
diberikan bakti, kelembutan, perlindungan dan kasih sayang, dan Allah
kuatkan hak ini dengan mengiringkannya setelah hak-Nya Subhanahu wa
Ta’ala, karena hak orang tua mengandung kemuliaan dan pengagungan.
Bahkan di dalam Kitab-Nya yang mulia termaktub banyak ayat yang
memberikan wasiat dan mendorong untuk berbakti kepada orang tua, serta
menjanjikan banyak kebaikan bagi seorang yang berbakti dan mengancam
dengan balasan yang akan menimpa orang yang mendurhakai ayah bundanya.
Sesosok anak tidak akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya.
Bagaimanapun keadaannya, ia adalah bagian dari diri keduanya. Dia adalah
darah daging keduanya. Rahim ibu adalah tempat buaiannya yang pertama
di dunia ini. Air susunya menjadi sumber makanan yang menumbuhkan
jasadnya. Kasih sayang ibu adalah ketenangan yang selalu dia rindukan.
Kerelaan ibu untuk berjaga membuat nyenyak tidurnya.
Timangan sang ayah dirasakan sebagai kekokohan. Perasan keringat ayah
memberikan rasa kenyang dan hangat bagi dirinya. Doa-doa yang mereka
panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yang didapatinya. Tak terhitung
segala kebaikan yang mereka curahkan untuk buah hati mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam alqur’an yang artinya:
“Dan beribadahlah kepada Allah, dan janganlah kalian menyekutukan-Nya
dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”
(An-Nisa: 36)
Dalam kalam-Nya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk
beribadah hanya kepada-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya, karena
Dialah Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Ar-Raziq (Yang Memberikan Rizki),
Al-Mun’im (Yang Memberikan Nikmat), yang memberikan keutamaan kepada
makhluk-Nya setiap saat dan setiap keadaan. Oleh karena itu, Dialah yang
berhak untuk diesakan dan tidak disekutukan dengan sesuatu pun dari
kalangan makhluk-Nya.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu:
“Tahukah engkau, apa hak Allah atas hamba-Nya?” Mu’adz menjawab,
“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau (Rasulullah) berkata,
“Yakni beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan
sesuatupun.” Kemudian beliau berkata lagi, “Tahukah engkau, apa hak
hamba atas Allah bila mereka melaksanakannya? Allah tidak akan mengadzab
mereka.” (HR. Al Bukhari no 5967 dan Muslim no. 30)
Setelah itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan untuk berbuat baik
kepada kedua orang tua, karena Allah jadikan keduanya sebagai sebab
keluarnya seseorang dari ketiadaan menjadi ada. (Tafsir Ibnu Katsir,
2/213)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya
dengan melaksanakan peribadahan kepada-Nya serta menunaikan hak-hak-Nya,
dan tidak menggunakan nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya untuk
bermaksiat pada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan untuk
bersyukur kepada kedua orang tua dengan berbuat baik kepada keduanya.
Hal ini dilakukan dengan berucap lemah lembut, melakukan perbuatan yang
baik, dan merendahkan diri terhadap mereka. Juga dengan memuliakan dan
menanggung keperluan hidupnya, serta tidak menyakiti mereka dengan cara
apa pun, baik dengan ucapan atau pun perbuatan. (Taisirul Karimir
Rahman, hal. 648)
Sekali waktu seorang pria datang kepada Nabi Muhammad SAW dan
mengatakan bahwa dia tidak bisa ikut serta dalam haji karena ia harus
merawat ibunya yang sudah tua. Nabi Muhammad SAW mengatakan
“Anda tidak perlu khawatir. Dengan perbuatan Anda ini akan Anda peroleh pahala lebih dari haji.”
Ini tidak berarti bahwa ayah tidak memiliki kedudukan yang sama
seperti ibu. Jika surga berada di bawah telapak kaki ibu, ayah memiliki
kunci untuk memasuki surga itu. Kedudukan ayah dalam Islam dapat
dijelaskan melalui ayat Al-Qur’an:
“Keridhaan Allah SWT ada pada keridhaan ayah (orang tua), dan kemurkaan Allah SWT ada dalam kemurkaan ayah (orang tua).”
Ayah adalah pribadi-pribadi yang indah yang bekerja siang dan malam
untuk kebahagiaan anak-anak mereka. Mereka mengorbankan kesenangan
mereka agar dapat memberikan anak-anaknya apapun yang mereka inginkan.
Seorang anak tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang pernah yang
ayahnya lakukan untuknya sehingga ia harus menunjukkan rasa terima
kasihnya untuk ayahnya dengan menjadi patuh.
Bentuk bentuk berbakti kepada orang tua antara lain:
1. Bersikaplah secara baik, pergauli mereka dengan cara yang baik
pula, yakni dalam berkata-kata, berbuat, memberi sesuatu, meminta
sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu.
2. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meski hanya
sekadar dengan ucapan ‘uh’. Sebaliknya, bersikaplah rendah hati, dan
jangan angkuh.
3. Jangan bersuara lebih keras dari suara mereka, jangan memutus
pembicaraan mereka, jangan berhohong saat beraduargumentasi dengan
mereka, jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur, selain
itu,jangan sekali-kali meremehkan mereka.
4. Berterima kasih atau bersyukurlah kepada keduanya, utamakan
keridhaan keduanya, dibandingkan keridhaan kita diri sendiri, keridhaan
istri atau anak-anak kita.
5. Lakukanlah perbuatan baik terhadap mereka, dahulukan kepentingan
mereka dan berusahalah ‘memaksa diri’ untuk mencari keridhaan mereka.
6. Rawatlah mereka bila sudah tua, bersikaplah lemahlembut dan
berupayalah membuat mereka berbahagia, menjaga mereka dari hal-hal yang
buruk, serta menyuguhkan hal-hal yang mereka sukai.
7. Berikanlah nafkah kepada mereka, bila memang dibutuhkan. Allah berfirman:
“Dan apabila kalian menafkahkan harta, yang paling berhak menerimanya
adalah orang tua, lalu karib kerabat yang terdekat.” (Al-Baqarah : 215)
8. Mintalah ijin kepada keduanya, bila hendak bepergian, termasuk
untuk melaksanakan haji, kalau bukan haji wajib, demikian juga untuk
berjihad, bila hukumnya fardhu kifayah.
9. Mendoakan mereka, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan ucapanlah, “Ya Rabbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua,
sebagaimana menyayangiku di masa kecil.” (Al-Isra : 24)[8]
Sedangkan menurut hadits-hadits yg shahih tentang amal-amal yg diperuntuk untuk kedua orang tua yg sudah wafat, ialah :
[1] Mendo’akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yg sesuai dgn syari’at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kpd orang yg kedua juga pernah menyambungnya
[Diringkas dari beberapa hadits yg shahih]
Ada setumpuk bukti, bahwa berbakti kepada kedua orang tua –dalam
wacana Islam- adalah persoalan utama, dalam jejeran hukum-hukum yang
terkait dengan berbuat baik terhadap sesama manusia. Allah sudah cukup
mengentalkan wacana ‘berbakti’ itu, dalam banyak firman-Nya, demikian
juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dalam banyak sabdanya,
dengan memberikan ‘bingkai-bingkai’ khusus, agar dapat diperhatikan
secara lebih saksama. Di antara tumpukan bukti tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Allah ‘menggandengkan’ antara perintah untuk beribadah kepada-Nya, dengan perintah berbuat baik kepada orang tua:
“Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan
kepada-Nya; dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orang tua.”
(Al-Israa : 23)
2. Allah memerintahkan setiap muslim untuk berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun mereka kafir:
“Kalau mereka berupaya mengajakmu berbuat kemusyrikan yang
jelas-jelas tidak ada pengetahuanmu tentang hal itu, jangan turuti;
namun perlakukanlah keduanya secara baik di dunia ini.” (Luqmaan : 15)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Ayat di atas menunjukkan diharuskannya
memelihara hubungan baik dengan orang tua, meskipun dia kafir. Yakni
dengan memberikan apa yang mereka butuhkan. Bila mereka tidak
membutuhkan harta, bisa dengan cara mengajak mereka masuk Islam.“
3. Berbakti kepada kedua orang tua adalah jihad.
Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta
ijin berjihad kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau
bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab,
“Masih.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik
terhadap keduanya.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
4. Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk Surga.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh kasihan,
sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang Sahabat bertanya,
“Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang
sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di
antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa
membuatnya masuk Surga.” (Riwayat Muslim)
Beliau juga pernah bersabda:
“Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Bila engkau mau,
silakan engkau pelihara. Bila tidak mau, silakan untuk tidak
memperdulikannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau
berkomentar, “Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih,
oleh Al-Albani.) Menurut para ulama, arti ‘pintu pertengahan’, yakni
pintu terbaik.
5. Keridhaan Allah, berada di balik keridhaan orang tua.
“Keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan Allah, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua.”
6. Berbakti kepada kedua orang tua membantu meraih pengampunan dosa.
Ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam sambil mengadu, “Wahai Rasulullah! Aku telah melakukan sebuah
perbuatan dosa.” Beliau bertanya, “Engkau masih mempunyai seorang ibu?”
Lelaki itu menjawab, “Tidak.” “Bibi?” Tanya Rasulullah lagi. “Masih.”
Jawabnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Kalau
begitu, berbuat baiklah kepadanya.”
7. Berbakti kepada orang tua, membantu menolak musibah.
Hal itu dapat dipahami melalui kisah ‘tiga orang’ yang terkurung dalam
sebuah gua. Masing-masing berdoa kepada Allah dengan menyebutkan satu
amalan yang dianggapnya terbaik dalam hidupnya, agar menjadi wasilah
(sarana) terkabulnya doa. Salah seorang di antara mereka bertiga,
mengisahkan tentang salah satu perbuatan baiknya terhadap kedua orang
tuanya, yang akhirnya, menyebabkan pintu gua terkuak, batu yang menutupi
pintunya bergeser, sehingga mereka bisa keluar dari gua tersebut.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
8. Berbakti kepada orang tua, dapat memperluas rezki.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin
rezkinya diperluas, dan agar usianya diperpanjang (dipenuhi berkah),
hendaknya ia menjaga tali silaturahim.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk aplikasi silaturahim
yang paling afdhal yang bisa dilakukan seorang muslim, karena keduanya
adalah orang terdekat dengan kehidupannya.
9. Doa orang tua selalu lebih mustajab.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ada tiga bentuk doa yang amat
mustajab, tidak diragukan lagi: Doa orang tua untuk anaknya, doa seorang
musafir dan orang yang yang terzhalimi.”
10. Harta anak adalah milik orang tuanya.
Saat ada seorang anak mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam, “Wahai Rasulullah! Ayahku telah merampas hartaku.” Rasulullah
bersabda, “Engkau dan juga hartamu, kesemuanya adalah milik ayahmu.”
11. Jasa orang tua, tidak mungkin terbalas.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Seorang anak tidak akan bisa membalas budi baik ayahnya, kecuali bila
ia mendapatkan ayahnya sebagai budak, lalu dia merdekakan.” (Dikeluarkan
oleh Muslim)
12. Durhaka kepada orang tua, termasuk dosa besar yang terbesar.
Dari Abu Bakrah diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan dosa besar yang
terbesar?” Para Sahabat menjawab, “Tentu mau, wahai Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam.” Beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada
Allah, dan durhaka terhadap orang tua.” Kemudian, sambil bersandar,
beliau bersabda lagi, “..ucapan dusta, persaksian palsu..” Beliau terus
meneruskan mengulang sabdanya itu, sampai kami (para Sahabat) berharap
beliau segera terdiam. (Al-Bukhari dan Muslim)
13. Orang yang durhaka terhadap orang tua, akan mendapatkan balasan ‘cepat’ di dunia, selain ancaman siksa di akhirat[4].
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ada dua bentuk
perbuatan dosa yang pasti mendapatkan hukuman awal di dunia: Memberontak
terhadap pemerintahan Islam yang sah, dan durhaka terhadab orang tua.”
Penghambaan diri kepada Allah, jelas harus lebih diutamakan. Karena
manusia diciptakan memang hanya untuk tujuan itu. Namun, ketika Allah
‘menggandengkan’ antara kewajibanmenghamba kepada-Nya, dengan kewajiban
berbakti kepada orang tua, hal itu menunjukkan bahwa berbakti kepada
kedua orang tua memang memiliki tingkat urgensi yang demikian tinggi,
dalam Islam. Kewajiban itu demikian ditekankan, sampai-sampai Allah
menggandengkannya dengan kewajiban menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
SEKIAN, WASSALAM.
Selasa, 01 Desember 2015
RESENSI Film 3 idiots yang mengandung nilai kebersamaan hingga sukses
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kata apresiasi dalam bahasa Indonesia berasal dari kata appreciation
yang berarti penghargaan. Tepatnya, penghargaan yang didasarkan pada
pemahaman. Secara gramatikal, kata penghargaan dapat diberi makna
sebagai proses atau hal memberi harga atau menghargai. Dalam rangka
pemberian harga terhadap suatu objek, misalnya suatu karya seni pasti
akan melibatkan hal-hal mengobservasi, meneliti, dan menimbang mutu
yaitu menilai kelebihan dan kekurangan objek itu, barulah sampai pada
kesimpulan sebagai hasil pemberian harga tersebut.
Dalam memberi penghargaan atau apresiasi
kepada suatu karya, ada tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan
bagi apresiator. Menurut Dra. Maidar G. Arsyad tahap-tahap dalam
mengapresiasi karya dapat berupa :
(1) Tahap penikmatan. Pada tahap ini,
penikmat melakukan tindakan membaca, melihat, menonton, atau
mendengarkan suatu karya (seni).
(2) Tahap penghargaan. Disini penikmat
melakukan tindakan melihat kebaikan, manfaat, atau nilai karya itu.
Mungkin sekali setelah mendengar atau membaca karya sastra penikmat
merasakan adanya manfaat, apakah itu menyenangkan, memberi hiburan,
memberi kepuasan, ataupun memperluas pandangan dan wawasan hidupnya.
Kalau penikmat merasakan manfaatnya, sangat mungkin ia akan melangkah ke
tahap berikutnya.
(3) Tahap pemahaman. Disini penikmat
melakukan tindakan meneliti, menganalisis, unsur intrinsik dan
ekstrinsiknya serta berusaha menyimpulkannya. Disini berarti penikmat
tidak lagi sekedar pasif untuk menikmati suatu karya sastra akan tetapi
ia melakukan pemeraian pada tiap komponen yang membentuk karya sastra
tersebut. Akhirnya ia akan sampai pada sebuah kesimpulan, apakah karya
(seni) itu baik atau tidak bermanfaat atau tidak sekadar sebagai hiburan
atau lebih dari itu dll.
(4) Tahap penghayatan. Pada tahap ini
penikmat atau pembaca akan menganalisis lebih lanjut karya (seni)
tersebut. Mencari hakikat atau makna suatu karya tersebut beserta
argumentasinya; membuat penafsiran dan menyusun argumen berdasarkan
analisis yang dibuatnya. Pada tahap ini penikmat berusaha menjelaskan
mengapa alur dibuat dengan sedemikian rupa.
(5) Tahap implikasi atau penerapan. Setelah menikmati suatu karya (seni) sangat mungkin timbul ide baru pada pembaca.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
apresiasi merupakan kegiatan mengapresiasi kepada sebuah karya dengan
sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran
kritis dan kepekaan yang baik terhadap suatu karya. Selain itu
pengertian apresiasi sastra berarti “mengindahkan” atau “menghargai”.
Adapun apresiasi menurut S. Effendi yakni upaya atau proses menikmati,
memahami dan menghargai suatu karya secara kritis, sehingga tumbuh
pengertian, penghargaan, dan kepekaan pikiran kritis dan kepekaan kiran
yang baik terhadap suatu karya (seni). Dalam konteks yang lebih luas,
istilah apresiasi mengandung makna:
- Pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin.
- Pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang, pencipta, pembuat.
Dalam perkembangannya, kegiatan
apresiasi karya sastra dapat dilakukan melalui banyak media diantaranya
film. Film merupakan lakon (cerita) gambar hidup yang diperankan oleh
tokoh. Bentuk apresiasi sebuah karya film dalam hal ini yakni dengan
memberikan penilaian yang dilakukan melalui unsur intrinsiknya, yaitu
tema, tokoh dan penokohan, alur, setting, sudut pandang, gaya bahasa,
dan amanat.Dalam hal ini, peneliti mencoba menganalisis tentang film 3 Idiots. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diketahui rumusan masalah seperti berikut.
1.2 Rumusan Masalah
- Jelaskan identitas film 3 Idiots!
- Bagaimana sinopsis film 3 Idiots?
- Dengan cara apa menganalisis film 3 Idiotsini? Sebutkan !
- Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam film 3 Idiots?
- Apa kelebihan dan kekurangan film 3 Idiots?
1.3 Tujuan
- Untuk menjelaskan identitas film 3 Idiots.
- Untuk mengetahui bagaimana sinopsis film 3 Idiots.
- Untuk mengetahui dengan cara apa menganalisis film 3 Idiotsini.
- Untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam film 3 Idiots.
- Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam film 3 Idiotsini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Film: 3 Idiots
Judul : 3 Idiots
Sutradara : Rajkumar Hirani
Produksi : Vindu Vinod Chopra Production
Skenario : Vindu Vinod Chopra , Rajkumar Hirani, Abhijat Joshi
Cerita : Rajkumar Hirani, Abhijat Joshi
Musik : Shantanu Moitra, Atul Raninga, Sanjay Wandrekar
Editor : Ranjeet Bahadur, Rajkumar Hirani
Penerbit : Vindu Vinod Chopra Production
Tahun Tayang : 25 Desember 2009
Durasi : ± 2 jam 43 menit
2.2 Sinopsis Film 3 Idiots
Film ‘3 Idiot’ bercerita tentang Farhan
Qureshi (R. Madhavan), Raju Rastogi (Sharman Joshi), dan Rancchoddas
"Rancho" Shyamaldas Chanchad (Aamir Khan). Mereka bertiga merupakan tiga
sahabat yang sedang menempuh pendidikan di ICE (Imperial College of
Engineering). ICE merupakan salah satu perguruan tinggi yang terkenal
dan sangat disegani di India. Film 3 Idiots, salah satu film
bollywood yang belakangan ini sudah terkenal hampir ke seluruh dunia.
Cerita yang inspiratif dan edukatif ini menarik untuk dikaji dan
ditelisik lebih dalam lagi. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dari
film ini, diantaranya semangat untuk menempuh pendidikan yang lebih
tinggi.
3 Idiotsmenceritakan tentang kisah persahabatan tiga orang mahasiswa engineering
yang bernama Rancho, Farhan, dan Raju. Tokoh sentral dalam film ini,
yaitu Rancho, adalah sosok yang cerdas dan memiliki cara pikir yang
berbeda dengan orang kebanyakan, ia juga berani bertindak sesuai dengan
caranya sendiri. Namun hal itu malah membuatnya dan dua orang sahabat
setianya dipanggil idiot oleh orang lain.
Ceritanya sendiri bermula ketika Farhan
menerima sebuah panggilan telepon dari rivalnya semasa kuliah yang
bernama Cathur. Cathur mengabarkan Rancho yang telah lama menghilang
pulang. Cathur meminta agar Farhan menemuinya di atap menara Imperial
College of Engineering (ICE), tempat mereka kuliah dulu. Gara-gara kabar
tersebut, Farhan pura-pura sakit dan membuat pesawat yang ditumpanginya
mendarat darurat. Sebelum menemui Cathur di tempat yang dijanjikan, ia
menjemput Raju, sahabatnya.
Sampai di atap menara ICE, Farhan dan
Raju tidak menemukan Rancho, hanya ada Cathur seorang diri. Merasa
ditipu, Farhan marah, dan Raju berusaha menenangkannya. Cathur kemudian
menjelaskan maksudnya memanggil mereka ke tempat itu. Ia mengingatkan
Farhan dan Raju pada taruhan yang telah mereka buat pada tanggal 5
September di tempat yang sama sepuluh tahun lalu. Sepuluh tahun yang
lalu, Cathur menantang Rancho, untuk membuktikan siapa yang paling
sukses di antara mereka.
Teringat akan taruhan tersebut serta
ditambah dengan informasi terbatas yang dimiliki Cathur tentang
keberadaan Rancho, dimulailah perjalanan mereka bertiga mencari Rancho.
Dalam pencarian ini, Farhan mengalami flashback, ia teringat
kembali akan sosok Rancho dan kejadian-kejadian yang mereka alami semasa
kuliah. Susah, senang, sedih selama jadi mahasiswa di ICE (Imperial
College of Engineering).
Banyak hal yang mereka alami semasa
kuliah. Rancho adalah satu-satunya mahasiswa yang berani menentang Viru
Sahastrabudhhe (virus) (Boman Irani), rektor ICE yang otoriter. Rancho
menjadi ‘musuh’ bagi Virus, ia selalu menjadi sasaran kemarahan Virus.
Hal ini juga berimbas pada Farhan dan Raju. Mereka sering mendapat
masalah akibat ulah Rancho, diamarahi orang tua karena mendapat surat
peringatan dari Virus, bahkan Raju sampai pernah mencoba bunuh diri
karena tertekan. Namun ia masih berhasil diselamatkan dan sembuh dari
kelumpuhan berkat usaha Rancho. Virus mau tak mau harus mengakui bahwa
Rancho adalah mahasiswanya yang terbaik, terutama setelah Rancho
mendapat peringkat pertama di salah satu mata kuliah yang membuatnya
duduk berdampingan dengan Virus sebagai mahasiswa dengan peringkat
terbaik di kelasnya. Selain itu, Rancho membantu persalinan putri Virus,
kakak dari Pia anak terakhir dari Virus.
Dalam pencarian tersebut, mereka
dikejutkan dengan fakta bahwa Rancho yang mereka kenal selama ini
bukanlah identitas sahabat mereka yang sebenarnya. Rancho yang mereka
kenal selama ini hanya seorang anak pelayan, tukang kebun yang
disekolahkan oleh majikannya orang tuanya yang tak lain adalah menteri
pada waktu itu dan ia bernama asli Chhote. Sedangkan Rancho yang asli
adalah anak dari majikannya. Selama Rancho kuliah di ICE, Rancho yang
asli tinggal di London. Ia tinggal menerima ijazah ICE saja atas
namanya. Rancho asli memberikan alamat Rancho ‘palsu’ pada Farhan dan
Raju.
Di tengah perjalanan Farhan teringat
pada saat kuliah dulu. Ia teringat saat ia dan kedua temannya yang lain
tengah mabuk, menyelundup ke rumah Virus yang tak lain adalah rektornya
sendiri. Di rumah Virus, Farhan dan Raju berniat mendesak Rancho
(Chhote) untuk mengungkapkan suara hatinya kepada Pia, anak Virus.
Tibalah pada saat mereka tengah mabuk berat, Raju dkk mengencingi
halaman rumah Virus. Paginya Virus marah besar kepada Raju karena Virus
mengenal dengan cermat siapa orang yang semalam masuk ke rumahnya dengan
diam-diam. Sampai akhirnya, Raju kena marah oleh Virus yang
menyebabkannya dikeluarkan dari ICE sehingga membuatnya loncat dari
gedung asramanya hingga menyebabkan ia dilarikan ke rumah sakit.
Berbagai cara telah dilakukan Farhan dan Rancho (Chhote) untuk
menyembuhkannya dari koma yang dideritanya akibat percobaan bunuh diri
Raju. Mulai dari membelikan ibu Raju sari baru, membual tentang kakak
Raju yang akan dinikahi Farhan, dll. Sampai akhirnya, usaha Rancho
(Chhote) untuk menyembuhkan Raju Rastogipun tidak sia-sia. Raju kini
tersadar dari koma yang dideritanya.
Sampai akhirnya tes wawancara pekerjaan
itu tiba. Selama ini, hasil hobi memotret binatang milik Farhan ternyata
dikirim secara diam-diam oleh Rancho (Chhote). Hal itu dilakukan tanpa
sepengetahuan oleh Farhan. Hingga membuat Farhan terharu dan tak percaya
kalau ternyata ia diterima bekerja menjadi fotografer, menjadi asisten
seorang Andre Istvan. Farhan pun meminta izin kepada ayahnya untuk
menjadi seorang fotografer. Farhan meyakinkan ayahnya sehingga
membuatnya ayahnya luluh dan menerimanya, Farhan ia perbolehkan menjadi
seorang fotografer. Berbeda dengan Raju, ia tengah mengikuti tes
wawancara pekerjaan yang diikutinya. Pada awalnya, ia tak diterima di
tes itu. Namun, kejujuran Raju membuatnya mendapatkan sebuah pekerjaan.
Dari Shimla―tempat Rancho asli berada,
mereka melanjutkan perjalanan ke Ladakh. Di tengah perjalanan mereka
menjemput Pia, gadis yang dicintai Rancho yang kebetulan adalah putri
Virus. Mereka ‘menculik’ Pia yang pada hari itu yang sebenarnya akan
melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Sudas.
Di hari itu, Virus tak dapat mempercayai
kalau Raju akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan. Ia mempunyai
inisiatif yang buruk untuk menggagalkan hasil tes Raju dengan cara
membuat soal yang berbeda. Pia mengetahui apa yang direncanakan oleh
ayahnya. Sehingga membuatnya mengatakan kepada Rancho dan membuat Rancho
mencuri soal itu untuk diberikannya kepada Raju. Dengan susah payah,
soal itu diperolehnya. Hingga Virus mengetahui apa yang dilakukan
Rancho yang membuatnya mengeluarkan dan mengusir Rancho. Disaat yang
sama, tengah terjadi banjir besar dan kakak Pia harus melahirkan. Dengan
kondisi yang seadanya, dengan bantuan Pia yang tak lain adalah dokter,
Ranchopun membantu persalinan kakak Pia pada waktu itu. Ketika bayi itu
telah lahir, Viruspun sadar bahwasanya tidak boleh memaksakan kehendak
untuk menjadi seorang Insinyur. Di saat yang bersamaan, Virus memberikan
Di tengah perjalanan mencari Rancho
(Chhote) akhirnya mereka berhasil menemukan Rancho (Chhote). Ia
mendirikan sebuah sekolah dasar di Ladakh. Terungkaplah identitas asli
Rancho. Ternyata ia bernama Phunsuk Wangdu ilmuwan dengan ratusan hak
paten yang mengadakan kontrak kerjasama dengan Cathur. Cathur yang belum
mengetahui hal tersebut awalnya merasa dialah yang memenangkan
pertaruhan mereka, namun setelah tahu, ia menjadi malu dan meminta
Rancho―atau Wangdu―agar tidak membatalkan kontrak dengan perusahaannya.
Ceritapun berakhir, akhirnya Pia dan Phunsuk Wangdu bersatu.
2.3 Cara Menganalisis Film 3 Idiots: Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik yang terdapat dalam film 3 Idiotsadalah sebagai berikut :
- a. Tema
Film yang dibintangi oleh Amir Khan ini
mempunyai tema persahabatan sebagai tema utamanya. Tema persahabatan ini
dirasa cocok mewakili isi cerita karena pada dasarnya, persahabatan
antara Rancho, Farhan, dan Raju memang dominan dalam cerita. Unsur
persahabatan diantara mereka bertiga dikisahkan disetiap bagian dalam
cerita. Adapun bukti yang mendukung tema utama ini ada pada durasi 01
jam 08 menit 24 detik di bagian film,
Bukti: “Tidakkah dia mengatakan kepadamu, persahabatan lebih mulia dari manusia itu sendiri?”.
Tema persahabatan dipilih karena konflik muncul akibat tema sekundernya
yakni pendidikan. Bagaimana tokoh menyelesaikan semua permasalahan yang
terjadi di dunia pendidikan.
Sedangkan tema sekundernya yakni
pendidikan. Hal ini dapat diketahui dari isi film dimana antara unsur
persahabatan dan pendidikan dalam film sangat menonjol. Unsur pendidikan
sendiri dapat diketahui dari cerita film 3 Idiotsyang
menceritakan tentang 3 orang sahabat yang tengah menempuh pendidikan
tinggi di ICE (Imperial College of Engineering) dimana universitas
tersebut merupakan salah satu universitas terbaik yang ada di India. Hal
tersebut diperkuat oleh Rancho yang ingin mengajarkan bahwasanya
belajar tak melulu soal akademis, nilai. Pelajaran dapat dilakukan
dimana saja dan kapan saja. Ia pun ingin mengajarkan kepada Virus,
selaku rektornya dengan berkata,“saya mengajari anda, bagaimana
caranya mengajar. Dan saya yakin suatu saat nanti anda akan memahaminya.
Karena saya tidak akan melepaskan tangan murid saya yang lemah. Belajar
bisa dimanapun, selagi bisa, raihlah!”.
- b. Tokoh dan Penokohan
Dalam film 3 Idiotsini terdapat tokoh utama dan tokoh pembantu.
Tokoh utama diantaranya :
- 1. RancchoddasShyamaldas Chanchad/ Phunsuk Wangdu / Chhote.
Diceritakan bahwasanya watak Chhote
merupakan sosok yang pintar, suka menolong sesama teman, peduli, tegas,
perhatian, cerdas, cerdik, kreatif, dan anak yang hebat. Dia bukanlah
anak orang kaya, dia adalah anak yang berasal dari keluarga yang sangat
sederhana. Sejak kecil Rancho senang belajar.Pada saat ia duduk di
bangku kelas kelas 6 SD, dia sudah bisa mengerjakan PR kelas 10. Sungguh
sangat berbeda dari anak seumurannya yang lain. Namun disisi lain dia
adalah anak yang usil, jail, suka menyelinap, dan rendah hati. Bukti:
“Sampai suatu hari, Master Ji mendapati seorang anak kelas 6 mengerjakan soal kelas 10”.
Farhan mengatakan:“Ada yang berbeda
dari dirinya. Dia selalu menantang dunia dalam setiap langkahnya. Kami
semua hanyalah robot yang dikendalikan oleh professor, mungkin dialah
satu-satunya yang bukan robot”.
- 2. Farhan Qureshi
Farhan merupakan sahabat yang baik bagi
Rancho dan Raju. Ia seorang anak yang penurut terhadap orang tua. Yang
memiliki kesenangan untuk mengabadikan objek dengan kamera. Namun dia
terpaksa kuliah di ICE, karena ayahnya menyuruhnya untuk menjadi seorang
insyinyur. Dia menuruti apa kata orang tuanya, selama ini dia selau
taat dan patuh kepada orang tuanya. Setelah kenal dan dekat dengan
Rancho niat untuk menjadi insyinyur sedikit meluntur karena sering
banyak masalah ketika Farhan berteman dengan Rancho. Namun dia sadar dan
percaya terhadap Rancho bahwa dia harus jadi fotografer. Dan akhirnya
dia bilang kepada ayahnya dan akhinya berhasil disetujui dan mendapat
pekerjaan itu.
“Aku tidak ingin menjadi insyinyur
ayah. Aku tidak memahami mekanika, meski bisa mungkin aku akan menjadi
ahli mesin yang buruk. Rancho mengatakan hal yang sederhana, yang kamu
merasa gembira melakukannya, jadikan itu profesimu. Berkat
kejujurannya kepada ayahnya, Farhanpun direstui untuk menjadi seorang
fotografer. Bukan lagi menjadi seorang insyinyur seperti kemauan
ayahnya.
- 3. Raju Rastogi
Anak dari keluarga yang kurang mampu,
Dia seorang penakut, ia sempat bunuh diri karena diancam akan
dikeluarkan. Raju juga orang yang ceroboh. Dia tipe orang yang
berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan.
“Yang membuat beliau (bapak) bertahan hidup hanyalah harapan melihat anaknya dapat menjadi insyinyur. Bagaimana
tidak takut. Aku butuh pekerjaan yang layak, artinya aku butuh nilai,
dan Viruslah pemilik nilai. Ayahku bukan orang yang kaya. Ranchoo
maafkan aku, aku sangat ketakutan”.
Ia sangat ketakutan karena Virus
mengancam akan mengeluarkannya dari ICE. Sehingga saat ia tidak dapat
memutuskan antara dirinya atau Rancho yang akan keluar dari ICE maka ia
pun mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan loncat dari gedung
lantai 3.
- 4. Viru Shastrabudi
seorang Rektor ICE yang sangat pandai.
Dia memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dia juga bisa menulis
menggunakan kedua tangannya secara bersama, dia juga serba tahu dan mau
mencari tahu apa yang belum dia ketahui, Namun dia orangnya keras
kepala, tidak mau kalah, orang yang kompetitif, egois, tidak mau
disalahkan karena merasa ia benar, dan tidak mau mendengarkan orang
lain.
“Jangan bicara yang tidak-tidak. Joy
bunuh diri, kau menuduhku sebagai penyebabnya? Jika ada satu siswa
tidak tahan pada tekanan, kenapa harus aku yang bertanggungjawab?ada
banyak tekanan dalam hidup ini. Maka apakah kau akan selalu menyalahkan
orang lain?”
- 5. Pia
Gadis yang baik, rendah hati, mau
membantu pengobatan ayah Raju yang tengah sekarat, berkat Pia juga ia
berhasil memandu Rancho melalui persalinan kakak Pia.
“Jika kau terlambat membawanya, 2 atau 2,5 jam mungkin kita sudah kehilangan dia”.
- 6. Cathur Ramalingam
Teman seangkatan dari Rancho, Raju, dan
Farhan. Ia berwatak sombong, pandai (dalam hal belajar) meski
kepandaiannya terkadang dilakukan karena bertujuan menghancurkan orang
lain, metode yang ia gunakan adalah metode manghafal, jadi setiap hari
dia menghafalkan semua materi dan sama persis seperti buku. Namun dia
juga tipe orang yang suka menjerumuskan, sombong, dan banyak bicara,
tidak mau disalahkan dan suka pamer.
“Lihat vila di belakangnya Idiots, aku membelinya 3,5 Milyar. Lamborghiniku yang baru, 6496 cc sangat cepat”.
- 7. Suhas
Calon tunangan Pia. Ia orang yang sombong, suka pamer, semua baginya dinilai dengan uang.
“Apa yang kamu pakai? Jam tangan abad 18? Apa nanti kata orang?.
Kau mendapatkan jam mahal itu dengan gratis. Sekarang kau hanya akan memakai jam kunomu untuk jamuan”.
Adapun tokoh sampingan (pemanis) dari film 3 Idiotsini adalah:
-Ayah dan Ibu Raju Rastogi
-Ayah dan Ibu Farhan
-Istri Raju Rastogi
-Kakak Pia, Mona
-MM (petugas pembantu/pesuruh yang bekerja di asrama)
-kakak Raju Rastogi
-RancchoddasShyamaldas Chanchad (asli)
-dokter rumah sakit, suster rumah sakit, dll.
- c. Alur
Alur yang digunakan dalam film 3 Idiotsini
adalah alur campuran. Dimana terdapat banyak flashback atau ingatan
yang dilakukan oleh tokoh Farhan dalam mengingat masalalunya dulu pada
saat ia masih menempuh pendidikan di ICE (Imperial College of
Engineering) bersama kedua sahabatnya, Rancho dan Raju.
- d. Setting
- 1. Setting Suasana
-bangga:
pada saat Farhan, Raju, Rancho dapat
diterima menjadi salah satu mahasiswa di universitas terbaik yang ada di
India, ICE (Imperial College of Engineering.
-sedih/duka:
suasana ini tercipta pada saat Joy Lobo meninggal karena bunuh diri.
-senang, gembira:
pada saat mereka dapat bertemu dengan sahabat lamanya, Chotte, Phunsukh Wangdhu.
-tegang:
terjadi pada saat Farhan yang ketika itu dimarahi oleh ayahnya karena ia tidak boleh menggeluti bidang fotografer.
-mengharukan:
pada saat Farhan meminta restu kepada
ayahnya untuk menjadi fotografer. Seperti yang diketahui, ayah Farhan
tidak menginzinkan anaknya menjadi seorang fotografer, dan ayahnya
bersikeras meminta Farhan untuk menjadi seorang insinyur. Tetapi, dengan
debat panjang dengan ayahnya, ia akhirnya direstui untuk menjadi
seorang fotografer
- 2. Setting Tempat
ü di bandara :
pada saat Farhan menerima telepon, ia tengah ada di dalam pesawat, dan ia pura-pura sakit agar diturunkan dari pesawat.
ü di asrama(meliputi di dalam kelas, kamar, dan kamar mandi) :
pada saat Rancho dkk tengah di asrama,
baik itu di dalam kelas dalam proses belajar mengajar ataupun tengah
berada di kamar, dan di kamar mandi.
ü Di Rumah Pia/Virus
Pada saat Rancho bertaruh dengan Farhan
dan Raju ia mengatakan bahwa ia akan menyatakan cintanya kepada Pia.
Akhirnya, berakhir dengan peristiwa kejar-kejaran dengan Virus karena 3
orang sahabat itu mengencingi rumah Virus.
ü di rumah sakit:
pada saat Rancho sedang menolong orang tua Raju yang tengah sekarat dengan dibantu pertolongan dari Pia.
ü Di pusat perbelanjaan :
pada saat Pia tengah dibelikan sebuah jam tangan oleh Suhas. Pada saat itu juga ia melihat Rancho dan memarahinya.
- 3. Setting Waktu
- 5 September (hari ini)
“10 tahun dari sekarang kita bertemu di tempat ini” kata Chatur.
- 31 Januari, 1978. Pukul 5.15
Diketahui sebagai hari kelahiran Farhan.
- 5 September (10 tahun kemudian)
pada saat Chatur menelepon Farhan dan Raju. Ia memberitahukan kabar tentang Rancho, dan bersama-sama mencari Rancho.
- e. Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam film 3 Idiotsini
adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dimana sudut pandang
Farhan sebagai tokoh ‘yang serba tahu’ ia mempunyai andil yang besar
tentang jalannya cerita dalam film. Ia berperan sebagai penentu jalan
cerita.
- f. Gaya Bahasa dan Penceritaan
Gaya bahasa dan penceritaan dalam film
dikemas dengan menggunakan gaya bahasa yang khas, yakni dengan
menambahkan unsur tradisional didalamnya seperti bahasa Sansekerta
(india murni). Penceritaan dalam film sendiri dikemas dengan baik
terbukti menghasilkan film yang bukan hanya sekadar film namun dapat
memberi pembelajaran. Selain itu, film ini dikemas dengan cara yang
menyenangkan dengan menghadirkan unsur komedi di dalamnya sehingga
menghasilkan film yang bukan hanya lucu, tetapi menambah pengetahuan
serta membuka mata kita tentang apa itu pendidikan dan bagaimana
seharusnya pendidikan itu diterapkan.
- g. Amanat
Banyak hal yang dapat dipetik ketika melihat film 3 Idiotsinidiantaranya
adalah sebagai orang tua, tidak ada salahnya menginginkan anaknya untuk
menjadi apa yang dikehendaki oleh orang tua. Sebagai orang tua, kita
tidak boleh egois dalam menuntut anak agar sesuai dengan apa yang kita
inginkan. namun, kita selaku orang tua, harus mendukung potensi yang ada
dalam anak tersebut.
2.4 Unsur Ekstrinsik
a) Nilai-nilai yang terkandung dalam Film 3 Idiots
Setelah menonton film 3 Idiotsini, banyak sekali nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik diantaranya:
1) Nilai Pendidikan
- Pembelajaran bukan sebuah mesin yang selalu bekerja secara statis.
- Belajar untuk berani menerapkan teori-teori yang telah di pelajari.
- Belajar adalah memahami pengetahuan baru bukan menghafal isi buku.
- Belajar bukan untuk mencari nilai, tetapi untuk memperoleh pengetahuan.
- Belajar bukan untuk mengejar kesuksesan, tetapi untuk membesarkan jiwa.
- Belajar itu bukan untuk mengumpulkan ilmu, tetapi justru mempertajam cara memperoleh ilmu.
- Kejujuran salah satu proses dalam pembelajaran.
- Belajar dan bekerjalah sesuai dengan pilihanmu sendiri, maka engkau akan senang menjalaninya.
- Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa.
- Kita memang harus belajar dengan sangat serius, tapi, bukan cuma untuk lulus belaka.
- Jangan mengejar kesuksesan, kejarlah kesempurnaan, maka kesuksesan akan mendatangimu
2) Nilai Sosial dan nilai moral
- Sebagai makluk sosial, harus saling membantu dalam suka dan duka.
- Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, kita jangan mudah untuk putus asa dan harus berpikiran positif.
- Perubahan dimulai dari diri sendiri. Percaya pada diri sendiri merupakan kunci utama menuju kesuksesan.
- Jangan pernah merendahkan kemampuan orang lain.
- Persahabatan sejati yang tak memandang asal, rupa, harta, dan jabatan.
3) Nilai Religuisitas
- Dalam film, nilai religiusitas dapat dilihat pada saat mahasiswa ICE tengah menghadapi ujian. Berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolongan dalam hal belajar memang baik, namun ada kalanya berdoa tidak hanya dilakukan pada saat kita butuh semata, melainkan setiap hari dan setiap saat.
- Mengingat Tuhan tidak hanya dilakukan pada saat kita tengah mengalami kesulitan semata, namun mengingat Tuhan sebaiknya dilakukan pada saat senang maupun sedih.
b) Kelebihan dan kelemahan dalam film
Film yang mengupas kritik mengenai
sistem pendidikan di India yang disuguhkan melalui cerita remaja,
bernada kritis dan dibungkus unsur komedi dan drama, seolah-olah seperti
praktek nyata di dunia pendidikan Indonesia yang tak jarang hanya
memacu mahasiswanya hanya untuk mendapatkan nilai bagus, lulus, kerja,
kaya, tanpa memerdulikan potensi lain yang ada dalam dirinya. Di sisi
lain, sistem yang hanya mementingkan kompetisi yang akan membuat
mahasiswa tidak pernah berpikir kreatif, karena takut bahwa hasil
karyanya tidak sesuai dengan yang diinginkan dosen atau institusi.
Demokrasi dalam berpendidikan inilah yang barangkali mengilhami lahirnya
konsep SCL (Student Center Learning).
Pesan lain yang ingin disampaikan dalam
film ini adalah milikilah kepercayaan pada diri sendiri. Jadilah orang
yang memahami kemampuan diri sendiri dan maksimalkan potensi yang ada,
niscaya kesuksesan akan menyertai.
Selain memberikan beberapa kritik dan
pelajaran penting seputar dunia pendidikan, film ini juga memiliki
beberapa kelemahan. Diantaranya, alur maju-mundur yang cukup dominan di
film dirasa agak membingungkan. Pada film-film lain, biasanya terdapat
penanda yang menunjukkan apakah adegan tersebut terjadi pada hari ini
atau masa lampau. Tidak ada penanda (keterangan) yang menyertai film
sehingga sebagai penonton kita dibuat bingung. Selain itu penggunaan
bahasa India yang bercampur dengan bahasa Inggris berdialek India
menjadi hal yang cukup menggelikan sekaligus terdengar aneh. Penggunaan
bahasa India memang sudah menjadi tradisi, namun penonton sekali lagi
dibuat bingung karena logat/dialek pemain yang menggunakan kedua bahasa,
yakni bahasa Inggris dan India tidak disertakan terjemahan, pada saat
pemain menggunakan dialog bahasa India.
BAB III
PENUTUP
3.1 SIMPULAN
Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa film 3 Idiots
ini banyak memberikan pelajaran, baik itu dalam persahabatan,
kesetiakawanan, sosial, pendidikan, dll. Bercerita tentang ketiga
sahabat Farhan, Raju dan Rancho yang sama-sama tengah menempuh
pendidikan di ICE (Imperial College of Engineering) yang merupakan salah
satu universitas terbaik di India.
Film ini dapat dianalisis melalui 2 cara
yakni melalui pendekatan struktural, melalui unsur-unsurnya baik itu
unsur intrinsik yang meliputi tokoh dan penokohan, alur, latar, setting
(suasana, tempat, waktu), sudut pandang, alur, dan unsur ekstrinsik yang
meliputi nilai-nilai yang terkandung dalam film 3 Idiots ini. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dari melihat film 3 Idiots ini diantaranya nilai pendidikan, nilai moral, nilai sosial, dan nilai religiusitas.
Film ini juga mengajarkan
bahwa banyak sekali ilmu bermanfaat yang ada di luar sekolah, dan
belajartidak harus di bangku sekolah saja. Belajar dapat dilakukan
dimanapun. Tak hanya itu, film ini mengajarkan kita agarberpikiran
positif dalam keadaan keadaan apapun, meski dalam keadaan terdesak
sekalipun. Dengan berpikiran positif memberikan kekuatan kepada kita
untuk menghadapi kesulitan yang ada.
ALIRAN FILSAFAT TIMUR
MENGENAI ALIRAN FILSAFAT TIMUR
QADARIYAH DAN JABARIYAH
A. Pendahuluan
Allah adalah pencipta alam semesta ini, termasuk juga semua yang ada di dalamnya, mulai dari
tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Allah bersifat Mahakuasa, maha mengatur dan
mempunyai kehendak yang bersifat mutlaq. Maka timbul pertanyaan, sampai
dimanakah manusia sebagai ciptaan Allah, apakah manusia bergantung 100% kepada
taqdir Allah Swt dalam menjalani hidupnya? ataukah manusia mempunyai
kemerdekaan dalam mengatur hidupnya tanpa bergantung pada taqdir?
Iman kepada
taqdir merupakan keyakinan yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim. Iman kepada taqdir
adalah bagian dari rukun iman, dan juga merupakan salah satu tanda iman. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Rasulullah Saw.
ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman, Beliau menjawab bahwa salah satu
tanda iman adalah percaya pada taqdir baik dan taqdir buruk yang telah ditentukan
Allah Ta'ala. Pemahaman seperti inilah yang dipegang teguh oleh para ulama
salaf. Orang
yang beriman kepada taqdir, dengan cara yang benar, berarti telah merealisasikan
tauhid kepada Allah Swt. dan berjalan di atas petunjuk Rabb-nya.
Dalam permasalahan taqdir (qadha dah
qadar) ini ada beberapa kelompok besar yang pemahamannya sangat ekstrim (berlebihan)
dan saling bertolak belakang. Kelompok ini muncul di akhir era para sahabat. Di antara kelompok tersebut adalah Qadariyah dan
Jabariyah. Pemikiran qadariyah ini bercorak liberal, sedangkan jabariyah
mempunyai corak pemikiran tradisional.
Munculnya corak pemikiran yang beragam
dalam Islam disebabkan karena semakin luasnya wilayah Islam ke Timur dan ke
Barat. Umat Islam mulai bersentuhan dengan keyakinan dan pemikiran dari
ajaran-ajaran lain, terutama filsafat Yunani. Seperti diketahui wilayah-wilayah
yang bergabung dengan Islam, terutama di bagian Barat adalah wilayah-wilayah
yang pernah diduduki oleh bangsa Romawi(Yunani).
B. Qadariyah
1. Pengertian dan asal usul
qadariyah
Kata Qadariyah berasal dari bahasa Arab qadara yang berarti
kemampuan dan kekuatan. Nama Qadariyah juga berasal dari pengertian bahwa
manusia mempunyai qudrah atau kemampuan untuk melakukan sesuatu sesuai
dengan kehendaknya sendiri, bukan berasal dari pengertian bahwa manusia
terpaksa tunduk pada qadar atau ketentuan Allah. Dalam istilah Inggrisnya paham ini dikenal dengan nama free will dan free act.
Tidak ada keterangan pasti kapan paham ini muncul dalam sejarah
perkembangan teologi Islam. Tetapi menurut keterangan para ahli teologi Islam,
paham qadariyah pertama kali dibawa oleh seorang bernama Ma’bad al-Juhani yang
berasal dari Bashrah dan temannya bernama Ghailan al-Dimasyqi. Menurut
Ibnu Nabatah dalam bukunya syarh al-‘uyun, Ma’bad al-Juhani dan Ghailan
mengambil paham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam di Iraq. Dan menurut al-Zahabi, Ma’bad adalah seorang
tabi’I yang baik, tetapi ia memasuki kawasan politik dan memihak ‘Abd al-Rahman
Ibn Asy’as dalam menentang kekuasaan Bani Umayyah. Ma’bad mati terbunuh dalam
tahun 80 H. Ia mati dibunuh oleh al-Hajjaj, seorang gubernur
dari Bani Umayyah yang terkenal kejam dan berdarah
dingin.
Setelah kematian Ma’bad, Ghailan terus menyebarkan paham qadariyah di
Damaskus, tetapi ini tidak berjalan lancar karena mendapat tantangan dari
khalifah ‘Umar Ibn ‘Abd al-‘Aziz. Baru setelah kematian ‘Umar ia melanjutkan
kegiatannya yang sempat terhenti pada masa itu. Tapi akhirnya ia mati dihukum bunuh
oleh Hisyam ‘Abd al-Malik.Sebelum dilaksanakan hukuman tersebut diadakanlah
debat antara Ghailan dan Awza’i yang langsung dihadiri oleh Hisyam mengenai
paham yang dibawa Ghailan.
Qadariyah adalah sebuah firqah yang mengingkari ilmu Allah terhadap
perbuatan hambaNya dan mereka berkeyakinan bahwa Allah belum membuat ketentuan
terhadap makhlukNya.Mereka berpendapat bahwa tidak ada takdir, mereka
mengingkari iman dengan qadha dan qadar. Mereka juga mengatakan bahwa Allah
tidak menentukan dan tidak mengetahui sebuah perkara sebelum terjadi, bahkan Allah
baru mengetahui sebuah perkara setelah terjadi. Dalam
kitab Al-Milal wa Al-Nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan
pembahasan tentang doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan antara kedua
aliran ini kurang begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskan bahwa doktrin qadar
lebih luas di kupas oleh kalangan Mu’tazilah, sebab faham ini juga dijadikan salah satu doktrin Mu’tazilah. Akibatnya, sebahagian
orang juga menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua
aliran ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan Tuhan.
2. Paham dan doktrin qadariyah
Hampir
semua paham-paham qadariyah bertentangan dengan apa yang dipahami ahlu
al-sunnah wa al-jamaah. Adapun paham yang dikembangkan kaum qadariyah
diantaranya adalah:
1. Meletakkan posisi manusia sebagai makhluk yang merdeka dalam tingkah
laku dan semua perbuatan, baik dan buruknya. Mereka meyakini bahwa manusia
mempunyai kekuatan untuk menentukan nasibnya tanpa ada intervensi dari Allah
Swt. Jadi manusia mendapatkan surga dan neraka karena kehendak mereka sendiri
bukan karena taqdir. Paham ini merupakan ajaran terpenting dalam keyakinan
qadariyah.
2. Kaum qadariyah mengatakan bahwa Allah itu Esa, dalam artian bahwa Allah
tidak memiliki sifat-sifat Azaly, seperti ilmu, kudrah dan hayat. Menurut
mereka Allah mengetahui semuanya dengan zatNya, dan Allah berkuasa dengan
zatNya, serta hidup dengan zatNya, bukan dengan sifat-sifat qadimNya tersebut.
Mereka juga mengatakan, kalau Allah punya sifat qadim tersebut, maka sama
dengan mengatakan bahwa Allah lebih dari satu.
3. Takdir merupakan ketentuan Allah SWT terhadap hukum alam semesta sejak
zaman azali, yaitu hukum yang dalam Al-Qur’an disebut sunnatullah,
seperti matahari terbit dari timur, rotasi bumi dll. Tidak termasuk perbuatan
dan tingkah laku manusia.
4. Kaum qadariyah berpendapat bahwa akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang
buruk, walaupun Allah tidak menurunkan agama. Agama tidak menyebabkan sesuatu
menjadi baik karena diperintahkannya, dan tidak pula menjadi buruk karena
dilarangnya. Bahkan perintah atau larangan agama itu justru mengikuti keadaan
segala sesuatu, kalau sesuatu itu buruk, tentu saja agama melarangnya, begitu
sebaliknya.
Sebenarnya dalam golongan qadariyah
sendiri ada perbedaan pendapat dan pemahaman seputar masalah taqdir. Ada
golongan qadariyah yang berpendapat bahwa kebaikan berasal dari Allah Ta’ala,
sedangkan keburukan berasal dari manusia itu sendiri. Pemahaman ini sama dengan
menganggap ada dua pencipta. Ada yang berpendapat bahwa semua kebaikan dan
keburukan penciptanya adalah pelakunya sendiri. Sebagian golngan qadariyah
lainnya menyebutkan bahwa setelah Allah menciptakan makhluk, lalu Allah
menciptakan kemampuan pada makhluk tersebut untuk berbuat sesuai kemauannya
tanpa ada pengaturan lagi dari Allah. Pemahaman ini berarti setelah Allah
menciptakan alam semesta Allah menganggur, hanya menonton kejadian yang terjadi
di alam.
Karena pendapat dan pemahaman-pemahaman seperti
inilah muncul celaan-celaan terhadap qadariyah. Sebagaimana Diriwayatkan dari
Abdullah bin Umar r.a, ia berkata, "Rasullah saw. bersabda, “Qadariyah adalah majusi ummat ini. Jika
mereka sakti jangan kalian jenguk dan jika mereka mati jangan kalian saksikan
jenazahnya," (Hasan, Silsilah Jaami' ash-Shaaghiir [4442]). Ibnu Abi
'Izz al-Hanafi dalam kitab al-Aqidah ath-Thahaawiyah (hal.524)
berkata, "Akan tetapi penyerupaan mereka dengan Majusi sangatlah nyata.
Bahkan keyakinan mereka lebih buruk dari majusi. Karena Majusi meyakini adanya
dua pencipta sedangkan qadariyah meyakini
adanya banyak pencipta."
Dalam kitab Al Ibana al-Kubra Li Ibni Batha,
disebutkan bahwa Imam Al- Au'zai mengatakan :
القدرية خصماء الله عز وجل في الأرض
"Qadariyyah adalah musuh Allah di
dunia"
Yang dimaksud musuh Allah di sini adalah musuh mengenai taqdir Allah,
karena taqdir Allah terdiri dari kebaikan dan keburukan. Demikian pula
perbuatan manusia terdiri dari dua macam yaitu baik dan buruk.
Dalam kitab
As-Sunnah, Ibn Abi 'Ashim meriwayatkan dari Sa'ad bin Abd al-Jabbar,
katanya: "Saya mendengar Imam Malik bin Anas berkata: Pendapat saya
tentang kelompok Qadariyyah adalah, mereka itu disuruh bertaubat. Apabila tidak
mau, mereka harus dihukum mati".
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman seperti kelompok
Qadariyyah itu sesat dan menyesatkan. Karena itu kaum muslimin hendaklah
berhati-hati terhadap orang atau kelompok yang memiliki pendapat seperti
mereka. Allah yang Maha Suci, tidak mungkin kekuasaan-Nya ditembus oleh
sesuatu tanpa kehendak-Nya. Memang seorang hamba memiliki keinginan dan
kehendak, akan tetapi semua itu tetap mengikut kehendak dan keinginan Allah.
Manusia memiliki kebebasan untuk berbuat, namun kebebasan yang mengikuti
kehendak dan keinginan yang memberi kebebasan yaitu Allah.
C.
Jabariyah
1. Pengertian dan asal-usul Jabariyah
Nama
jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Dalam istilah
Inggrisnya paham ini disebut fatalism atau predestination.
Dalam kontek pemikiran kalam, istilah jabariyah diartikan bahwa manusia makhluk
yang terpaksa di hadapan Tuhan.
Menurut
Syahrastani, Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara
hakikat dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah Swt. Artinya, manusia
tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang
menentukan segala-galanya.
Paham
Jabariyah ini dalam sejarah teologi Islam ditonjolkan pertama kali oleh al-Ja’d Ibn Dirham. Tetapi yang mengembangkannya kemudian adalah Jahm Ibn Safwan dari
Khurasan. Jahm Ibn Safwan merupakan pendiri golongan Jahmiyah
dalam kalangan Murji’ah. Ia ikut dalam gerakan melawan kekuasaan Bani
Umayyah. Dalam perlawanan itu Jahm dapat ditangkap dan kemudian dihukum mati di
tahun 131 H.
Selain dua tokoh tersebut, ada satu nama lagi yang cukup dikenal di kalangan
Jabariyah, yaitu al-Husein Ibn Mahmud al-Najjar, seorang tokoh dari golongan
Jabariyah moderat. Paham yang dibawa tokoh-tokoh Jabariyah ini adalah lawan
ekstrim dari paham yang dianjurkan Ma’bad dan Ghailan.
2. Para Pemuka
Jabariyah dan Doktrin-Doktrinnya
Menurut al-Syahrastani, Jabariyah dapat
dikelompokan menjadi dua bagian, kelompok ekstrim dan moderat. Di antara
tokoh-tokoh Jabariyah ekstrim adalah Jahm Ibn Safwan dan Ja’ad Ibn Dirham.
Tokoh dari kalangan moderat nama al-Hasan Ibn Muhammad al-Najjar. Dari
tokoh-tokoh ini lahir beberapa kelompok dalam aliran Jabariyah, diantaranya
adalah:
1) Kelompok Jahmiyah
Mereka adalah para
pengikut Jahm Ibn Safwan, yang kebid’ahan dan ajarannya muncul di Khurasan.
Kelompok ini termasuk dalam kelompok ekstrim Jabariyah.Pada akhir kekuasaan
Bani Umayyah, Jahm akhirnya dibunuh oleh Salam Ibn Ahwaz al-Mazini di kota Moru,
salah satu kota paling terkenal di Khurasan. Diantara doktrin kelompok Jahmiyah
ini adalah:
a) Allah tidak memiliki
sifat-sifat azaly, karena hal ini akan menjadikan Allah serupa dengan makhluk. Pendapat ini sama
dengan apa yang dikemukakan oleh Mu’tazilah.
b) Bid’ah jabr. yaitu pernyataan
bahwa manusia tidak mempunyai kemampuan dan daya upaya sama sekali, bahkan
semua kehendaknya muncul karena dipaksa oleh Allah Swt.
c) Bid’ah irja’, yaitu bahwa
iman cukup hanya dengan ma’rifat. barang siapa yang inkar di lisan maka hal
tersebut tidak membuatnya kafir sebab ilmu dan ma’rifat tidak bisa lenyap
karena ingkar, dan keimanan tidak berkurang dan semua hamba setara dalam
keimanannya serta iman dan kufur hanya dalam hati tidak dalam perbuatan.
d) Mereka berpendapat bahwa
surga dan neraka, serta penduduk yang ada di dalamnya tidak kekal.
e) Kaum Jahmiyah juga mengatakan
bahwa al_Quran adalah makhluk Allah. Pendapat itu merupakan dampak dari tidak
mengakui sifat Allah. Karena Allah tidak bersifat kalam , maka al-Quran
itu bukanlah kalamullah yang qadim.
2) Kelompok Najjariyah
Mereka adalah pengikut
Husein Ibn Muhammad an-Najjar. Kelompok ini termasuk kelompok moderat. Najjariyyah
juga terbagi menjadi beberapa kelompok kecil (Barghutsiyah, Za’faraniyah dan
Mustadrikah), tetapi mereka tidak berbeda dalam prinsip-prinsip pokok dalam
aliran Jabariyah.
Diantara doktrin-doktrin Najjariyah adalah:
a) Mereka berpendapat bahwa
Tuhanlah yang menciptakan perbuatan-perbuatan manusia, baik dan buruknya,
tetapi manusia mempunyai andil atau peran dalam perwujudan perbuatan-perbuatan
itu.
b)
Tuhan tidak dapat(mustahil) dilihat di akhirat. Akan tetapi, An-Najjar menyatakan bahwa Tuhan dapat
saja memindahkan potensi hati (ma’rifat) pada mata sehingga manusia dapat melihat Allah.
3) Kelompok Dhirariyah
Aliran al-Dhirariyah juga merupakan salah satu
daripada aliran al-Jabariyyah yang dipelopori oleh Dirar bin ‘Amru al-Kufi di
akhir pemerintahan Bani Umayyah. Pemikiran yang dibawa oleh Dhirar ini juga
dikatakan aliran yang moderat sebagaimana aliran al-Najjariyah mengenai konsep kasb.
Menurut pehaman ini Tuhan dan manusia bekerjasama dalam mewujudkan
perbuatan-perbuatan manusia. Manusia tidak semata-mata dipaksa melakukan
perbuatan mereka, tidak hanya merupakan wayang
yang digerakkan dalang. Walaupun pada
hakikatnya setiap perbuatan manusia itu adalah diciptakan oleh Allah Swt.
Mengenai ru’yat Tuhan di akhirat, Dhirar
mengatakan bahwa Tuhan dapat dilihat di akhirat melalui indera keenam. Ia juga
berpendapat bahwa hujjah yang dapat diterima setelah Nabi adalah ijtihad. Hadis
ahad tidak dapat dijadikan sumber dalam menetapkan hukum.
3. Dalil-dalil yang menjadi dasar paham Jabariyah
Paham-paham yang
dikembangkan Jabariyah tetap didasarkan kepada ayat-ayat al-Quran. Ayat-ayat
tersebut diantaranya adalah:
1) QS al-An’am ayat 112
Artinya: niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
2) QS al-Shaffat ayat 96
Artinya:
Padahal Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
3) QS al-Hadid ayat 22
Artinya: tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi
dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab
(Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.
4) QS al-Anfal ayat 17
Artinya: Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang
membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang
melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.
5)
QS
al-Insan ayat 30
Artinya: dan kamu tidak mampu (menempuh
jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Bijaksana.
Setelah melihat ayat-ayat yang menjadi sandaran bagi
kaum Qadariyah dan Jabariyah di atas, maka tidak mengherankan kalau dua paham
ini masih tetap berkembang dalam kalangan umat Islam, walaupun pelopor-pelopor
paham ini sudah tiada. Dalam sejarah teologi Islam, selanjutnya paham Qadariyah dianut oleh kaum
Mu’tazilah, sedangkan paham jabariyah, dilanjutkan oleh Asy’ariyah.
D. Penutup
Berdasarkan
uraian dan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa:
1.
Qadariyah adalah sebuah firqah yang mengingkari ilmu Allah
terhadap perbuatan hambaNya dan berkeyakinan bahwa Allah belum membuat
ketentuan terhadap makhlukNya.
2.
Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara hakikat
dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah Swt. Artinya, manusia tidak
punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang menentukan
segala-galanya.
3.
Takdir adalah sesuatu yang harus kita imani,
dan ini merupakan salah satu rukun dari enam rukun iman.
4.
Agama kita adalah agama rasional, sesuai dengan
sabda Rasulullahi Saw: “Laa diina liman laa ‘aqla lah”. Tetapi tidak semuanya
yang bisa kita terima dengan akal, ada beberapa hal yang harus kita terima
dengan iman. Imam ‘Ali pernah berkata: “Seandainya semua hal dalam agama ini
bisa diakali, pastilah telapak khuf lebih utama untuk disapu.”
Mudah-mudahan makalah yang sederhana
ini bisa bermanfaat kita, terutama dalam memahami paham-paham qadariyah dan
jabariyah. Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi bahasa, sistematika penulisan, dll. Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca.
Penulis mohon maaf atas semua kekurangan dan keterbatasan.
Terima kasih atas kerjasama dan saran dari pembaca semua. WASSALAMUALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARRAKATUH.
Langganan:
Postingan (Atom)