Selasa, 01 Desember 2015

PATUHI ORANGTUA KARENA ORANGTUA SEBAGAI KERAMAT

Doa mustajab berbakti kepada orang tua

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hak bagi kedua orang tua untuk diberikan bakti, kelembutan, perlindungan dan kasih sayang, dan Allah kuatkan hak ini dengan mengiringkannya setelah hak-Nya Subhanahu wa Ta’ala, karena hak orang tua mengandung kemuliaan dan pengagungan.
Bahkan di dalam Kitab-Nya yang mulia termaktub banyak ayat yang memberikan wasiat dan mendorong untuk berbakti kepada orang tua, serta menjanjikan banyak kebaikan bagi seorang yang berbakti dan mengancam dengan balasan yang akan menimpa orang yang mendurhakai ayah bundanya.
Sesosok anak tidak akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya. Bagaimanapun keadaannya, ia adalah bagian dari diri keduanya. Dia adalah darah daging keduanya. Rahim ibu adalah tempat buaiannya yang pertama di dunia ini. Air susunya menjadi sumber makanan yang menumbuhkan jasadnya. Kasih sayang ibu adalah ketenangan yang selalu dia rindukan. Kerelaan ibu untuk berjaga membuat nyenyak tidurnya.
Timangan sang ayah dirasakan sebagai kekokohan. Perasan keringat ayah memberikan rasa kenyang dan hangat bagi dirinya. Doa-doa yang mereka panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yang didapatinya. Tak terhitung segala kebaikan yang mereka curahkan untuk buah hati mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam alqur’an yang artinya:
“Dan beribadahlah kepada Allah, dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (An-Nisa: 36)
Dalam kalam-Nya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya, karena Dialah Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Ar-Raziq (Yang Memberikan Rizki), Al-Mun’im (Yang Memberikan Nikmat), yang memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya setiap saat dan setiap keadaan. Oleh karena itu, Dialah yang berhak untuk diesakan dan tidak disekutukan dengan sesuatu pun dari kalangan makhluk-Nya.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu:
“Tahukah engkau, apa hak Allah atas hamba-Nya?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau (Rasulullah) berkata, “Yakni beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.” Kemudian beliau berkata lagi, “Tahukah engkau, apa hak hamba atas Allah bila mereka melaksanakannya? Allah tidak akan mengadzab mereka.” (HR. Al Bukhari no 5967 dan Muslim no. 30)
Setelah itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, karena Allah jadikan keduanya sebagai sebab keluarnya seseorang dari ketiadaan menjadi ada. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/213)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dengan melaksanakan peribadahan kepada-Nya serta menunaikan hak-hak-Nya, dan tidak menggunakan nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya untuk bermaksiat pada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan untuk bersyukur kepada kedua orang tua dengan berbuat baik kepada keduanya. Hal ini dilakukan dengan berucap lemah lembut, melakukan perbuatan yang baik, dan merendahkan diri terhadap mereka. Juga dengan memuliakan dan menanggung keperluan hidupnya, serta tidak menyakiti mereka dengan cara apa pun, baik dengan ucapan atau pun perbuatan. (Taisirul Karimir Rahman, hal. 648)
Sekali waktu seorang pria datang kepada Nabi Muhammad SAW dan mengatakan bahwa dia tidak bisa ikut serta dalam haji karena ia harus merawat ibunya yang sudah tua. Nabi Muhammad SAW mengatakan
“Anda tidak perlu khawatir. Dengan perbuatan Anda ini akan Anda peroleh pahala lebih dari haji.”
Ini tidak berarti bahwa ayah tidak memiliki kedudukan yang sama seperti ibu. Jika surga berada di bawah telapak kaki ibu, ayah memiliki kunci untuk memasuki surga itu. Kedudukan ayah dalam Islam dapat dijelaskan melalui ayat Al-Qur’an:
“Keridhaan Allah SWT ada pada keridhaan ayah (orang tua), dan kemurkaan Allah SWT ada dalam kemurkaan ayah (orang tua).”
Ayah adalah pribadi-pribadi yang indah yang bekerja siang dan malam untuk kebahagiaan anak-anak mereka. Mereka mengorbankan kesenangan mereka agar dapat memberikan anak-anaknya apapun yang mereka inginkan. Seorang anak tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang pernah yang ayahnya lakukan untuknya sehingga ia harus menunjukkan rasa terima kasihnya untuk ayahnya dengan menjadi patuh.

Bentuk bentuk berbakti kepada orang tua antara lain:

1. Bersikaplah secara baik, pergauli mereka dengan cara yang baik pula, yakni dalam berkata-kata, berbuat, memberi sesuatu, meminta sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu.
2. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meski hanya sekadar dengan ucapan ‘uh’. Sebaliknya, bersikaplah rendah hati, dan jangan angkuh.
3. Jangan bersuara lebih keras dari suara mereka, jangan memutus pembicaraan mereka, jangan berhohong saat beraduargumentasi dengan mereka, jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur, selain itu,jangan sekali-kali meremehkan mereka.
4. Berterima kasih atau bersyukurlah kepada keduanya, utamakan keridhaan keduanya, dibandingkan keridhaan kita diri sendiri, keridhaan istri atau anak-anak kita.
5. Lakukanlah perbuatan baik terhadap mereka, dahulukan kepentingan mereka dan berusahalah ‘memaksa diri’ untuk mencari keridhaan mereka.
6. Rawatlah mereka bila sudah tua, bersikaplah lemahlembut dan berupayalah membuat mereka berbahagia, menjaga mereka dari hal-hal yang buruk, serta menyuguhkan hal-hal yang mereka sukai.
7. Berikanlah nafkah kepada mereka, bila memang dibutuhkan. Allah berfirman:
“Dan apabila kalian menafkahkan harta, yang paling berhak menerimanya adalah orang tua, lalu karib kerabat yang terdekat.” (Al-Baqarah : 215)
8. Mintalah ijin kepada keduanya, bila hendak bepergian, termasuk untuk melaksanakan haji, kalau bukan haji wajib, demikian juga untuk berjihad, bila hukumnya fardhu kifayah.
9. Mendoakan mereka, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan ucapanlah, “Ya Rabbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana menyayangiku di masa kecil.” (Al-Isra : 24)[8]
Sedangkan menurut hadits-hadits yg shahih tentang amal-amal yg diperuntuk untuk kedua orang tua yg sudah wafat, ialah :

[1] Mendo’akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yg sesuai dgn syari’at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kpd orang yg kedua juga pernah menyambungnya
[Diringkas dari beberapa hadits yg shahih]

Ada setumpuk bukti, bahwa berbakti kepada kedua orang tua –dalam wacana Islam- adalah persoalan utama, dalam jejeran hukum-hukum yang terkait dengan berbuat baik terhadap sesama manusia. Allah sudah cukup mengentalkan wacana ‘berbakti’ itu, dalam banyak firman-Nya, demikian juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dalam banyak sabdanya, dengan memberikan ‘bingkai-bingkai’ khusus, agar dapat diperhatikan secara lebih saksama. Di antara tumpukan bukti tersebut adalah sebagai berikut:

1. Allah ‘menggandengkan’ antara perintah untuk beribadah kepada-Nya, dengan perintah berbuat baik kepada orang tua:
“Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya; dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orang tua.” (Al-Israa : 23)

2. Allah memerintahkan setiap muslim untuk berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun mereka kafir:
“Kalau mereka berupaya mengajakmu berbuat kemusyrikan yang jelas-jelas tidak ada pengetahuanmu tentang hal itu, jangan turuti; namun perlakukanlah keduanya secara baik di dunia ini.” (Luqmaan : 15)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Ayat di atas menunjukkan diharuskannya memelihara hubungan baik dengan orang tua, meskipun dia kafir. Yakni dengan memberikan apa yang mereka butuhkan. Bila mereka tidak membutuhkan harta, bisa dengan cara mengajak mereka masuk Islam.“

3. Berbakti kepada kedua orang tua adalah jihad.
Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta ijin berjihad kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab, “Masih.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

4. Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk Surga.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang Sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk Surga.” (Riwayat Muslim)
Beliau juga pernah bersabda:
“Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Bila engkau mau, silakan engkau pelihara. Bila tidak mau, silakan untuk tidak memperdulikannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkomentar, “Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih, oleh Al-Albani.) Menurut para ulama, arti ‘pintu pertengahan’, yakni pintu terbaik.

5. Keridhaan Allah, berada di balik keridhaan orang tua.
“Keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan Allah, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua.”

6. Berbakti kepada kedua orang tua membantu meraih pengampunan dosa.
Ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil mengadu, “Wahai Rasulullah! Aku telah melakukan sebuah perbuatan dosa.” Beliau bertanya, “Engkau masih mempunyai seorang ibu?” Lelaki itu menjawab, “Tidak.” “Bibi?” Tanya Rasulullah lagi. “Masih.” Jawabnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Kalau begitu, berbuat baiklah kepadanya.”

7. Berbakti kepada orang tua, membantu menolak musibah.
Hal itu dapat dipahami melalui kisah ‘tiga orang’ yang terkurung dalam sebuah gua. Masing-masing berdoa kepada Allah dengan menyebutkan satu amalan yang dianggapnya terbaik dalam hidupnya, agar menjadi wasilah (sarana) terkabulnya doa. Salah seorang di antara mereka bertiga, mengisahkan tentang salah satu perbuatan baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang akhirnya, menyebabkan pintu gua terkuak, batu yang menutupi pintunya bergeser, sehingga mereka bisa keluar dari gua tersebut. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

8. Berbakti kepada orang tua, dapat memperluas rezki.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin rezkinya diperluas, dan agar usianya diperpanjang (dipenuhi berkah), hendaknya ia menjaga tali silaturahim.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk aplikasi silaturahim yang paling afdhal yang bisa dilakukan seorang muslim, karena keduanya adalah orang terdekat dengan kehidupannya.

9. Doa orang tua selalu lebih mustajab.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ada tiga bentuk doa yang amat mustajab, tidak diragukan lagi: Doa orang tua untuk anaknya, doa seorang musafir dan orang yang yang terzhalimi.”

10. Harta anak adalah milik orang tuanya.
Saat ada seorang anak mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Wahai Rasulullah! Ayahku telah merampas hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan juga hartamu, kesemuanya adalah milik ayahmu.”

11. Jasa orang tua, tidak mungkin terbalas.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Seorang anak tidak akan bisa membalas budi baik ayahnya, kecuali bila ia mendapatkan ayahnya sebagai budak, lalu dia merdekakan.” (Dikeluarkan oleh Muslim)

12. Durhaka kepada orang tua, termasuk dosa besar yang terbesar.
Dari Abu Bakrah diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan dosa besar yang terbesar?” Para Sahabat menjawab, “Tentu mau, wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.” Beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka terhadap orang tua.” Kemudian, sambil bersandar, beliau bersabda lagi, “..ucapan dusta, persaksian palsu..” Beliau terus meneruskan mengulang sabdanya itu, sampai kami (para Sahabat) berharap beliau segera terdiam. (Al-Bukhari dan Muslim)

13. Orang yang durhaka terhadap orang tua, akan mendapatkan balasan ‘cepat’ di dunia, selain ancaman siksa di akhirat[4].
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ada dua bentuk perbuatan dosa yang pasti mendapatkan hukuman awal di dunia: Memberontak terhadap pemerintahan Islam yang sah, dan durhaka terhadab orang tua.”
Penghambaan diri kepada Allah, jelas harus lebih diutamakan. Karena manusia diciptakan memang hanya untuk tujuan itu. Namun, ketika Allah ‘menggandengkan’ antara kewajibanmenghamba kepada-Nya, dengan kewajiban berbakti kepada orang tua, hal itu menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua memang memiliki tingkat urgensi yang demikian tinggi, dalam Islam. Kewajiban itu demikian ditekankan, sampai-sampai Allah menggandengkannya dengan kewajiban menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
SEKIAN, WASSALAM.

RESENSI Film 3 idiots yang mengandung nilai kebersamaan hingga sukses

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kata apresiasi dalam bahasa Indonesia berasal dari kata appreciation yang berarti penghargaan. Tepatnya, penghargaan yang didasarkan pada pemahaman. Secara gramatikal, kata penghargaan dapat diberi makna sebagai proses atau hal memberi harga atau menghargai. Dalam rangka pemberian harga terhadap suatu objek, misalnya suatu karya seni pasti akan melibatkan hal-hal mengobservasi, meneliti, dan menimbang mutu yaitu menilai kelebihan dan kekurangan objek itu, barulah sampai pada kesimpulan sebagai hasil pemberian harga tersebut.
Dalam memberi penghargaan atau apresiasi kepada suatu karya, ada tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan bagi apresiator. Menurut Dra. Maidar G. Arsyad tahap-tahap dalam mengapresiasi karya dapat berupa :
(1)   Tahap penikmatan. Pada tahap ini, penikmat melakukan tindakan membaca, melihat, menonton, atau mendengarkan suatu karya (seni).
(2)   Tahap penghargaan. Disini penikmat melakukan tindakan melihat kebaikan, manfaat, atau nilai karya itu. Mungkin sekali setelah mendengar atau membaca karya sastra penikmat merasakan adanya manfaat, apakah itu menyenangkan, memberi hiburan, memberi kepuasan, ataupun memperluas pandangan dan wawasan hidupnya. Kalau penikmat merasakan manfaatnya, sangat mungkin ia akan melangkah ke tahap berikutnya.
(3)   Tahap pemahaman. Disini penikmat melakukan tindakan meneliti, menganalisis, unsur intrinsik dan ekstrinsiknya serta berusaha menyimpulkannya. Disini berarti penikmat tidak lagi sekedar pasif untuk menikmati suatu karya sastra akan tetapi ia melakukan pemeraian pada tiap komponen yang membentuk karya sastra tersebut. Akhirnya ia akan sampai pada sebuah kesimpulan, apakah karya (seni) itu baik atau tidak bermanfaat atau tidak sekadar sebagai hiburan atau lebih dari itu dll.
(4)   Tahap penghayatan. Pada tahap ini penikmat atau pembaca akan menganalisis lebih lanjut karya (seni) tersebut. Mencari hakikat atau makna suatu karya tersebut beserta argumentasinya; membuat penafsiran dan menyusun argumen berdasarkan analisis yang dibuatnya. Pada tahap ini penikmat berusaha menjelaskan mengapa alur dibuat dengan sedemikian rupa.
(5)   Tahap implikasi atau penerapan. Setelah menikmati suatu karya (seni) sangat mungkin timbul ide baru pada pembaca.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa apresiasi merupakan kegiatan mengapresiasi kepada sebuah karya dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan yang baik terhadap suatu karya. Selain itu pengertian apresiasi sastra berarti “mengindahkan” atau “menghargai”. Adapun apresiasi menurut S. Effendi yakni upaya atau proses menikmati, memahami dan menghargai suatu karya secara kritis, sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, dan kepekaan pikiran kritis dan kepekaan kiran yang baik terhadap suatu karya (seni). Dalam konteks yang lebih luas, istilah apresiasi mengandung makna:
  1. Pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin.
  2. Pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang, pencipta, pembuat.
Dalam perkembangannya, kegiatan apresiasi karya sastra dapat dilakukan melalui banyak media diantaranya film. Film merupakan lakon (cerita) gambar hidup yang diperankan oleh tokoh. Bentuk apresiasi sebuah karya film dalam hal ini yakni  dengan memberikan penilaian yang dilakukan melalui unsur intrinsiknya, yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, setting,  sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.Dalam hal ini, peneliti mencoba menganalisis tentang film 3 Idiots. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diketahui rumusan masalah seperti berikut.


1.2 Rumusan Masalah
  1. Jelaskan identitas film 3 Idiots!
  2. Bagaimana sinopsis film 3 Idiots?
  3. Dengan cara apa menganalisis film 3 Idiotsini? Sebutkan !
  4. Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam film 3 Idiots?
  5. Apa kelebihan dan kekurangan film 3 Idiots?

1.3 Tujuan
  1. Untuk menjelaskan identitas film 3 Idiots.
  2. Untuk mengetahui bagaimana sinopsis film 3 Idiots.
  3. Untuk mengetahui dengan cara apa menganalisis film 3 Idiotsini.
  4. Untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam film 3 Idiots.
  5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam film 3 Idiotsini.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Film: 3 Idiots
 
Judul                           : 3 Idiots
Sutradara                     : Rajkumar Hirani
Produksi                      : Vindu Vinod Chopra Production
Skenario                      : Vindu Vinod Chopra , Rajkumar Hirani, Abhijat Joshi           
Cerita                          : Rajkumar Hirani, Abhijat Joshi
Musik                          : Shantanu Moitra, Atul Raninga, Sanjay Wandrekar
     Editor                     : Ranjeet Bahadur, Rajkumar Hirani
     Penerbit                 : Vindu Vinod Chopra Production
Tahun Tayang             : 25 Desember 2009
     Durasi                    :  ± 2 jam 43 menit

2.2 Sinopsis Film 3 Idiots
Film ‘3 Idiot’ bercerita tentang Farhan Qureshi (R. Madhavan), Raju Rastogi (Sharman Joshi), dan Rancchoddas "Rancho" Shyamaldas Chanchad (Aamir Khan). Mereka bertiga merupakan tiga sahabat yang sedang menempuh pendidikan di ICE (Imperial College of  Engineering). ICE merupakan salah satu perguruan tinggi yang terkenal dan sangat disegani di India. Film 3 Idiots, salah satu film bollywood yang belakangan ini sudah terkenal hampir ke seluruh dunia. Cerita yang inspiratif dan edukatif ini menarik untuk dikaji dan ditelisik lebih dalam lagi. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dari film ini, diantaranya semangat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
3 Idiotsmenceritakan tentang kisah persahabatan tiga orang mahasiswa engineering yang bernama Rancho, Farhan, dan Raju. Tokoh sentral dalam film ini, yaitu Rancho, adalah sosok yang cerdas dan memiliki cara pikir yang berbeda dengan orang kebanyakan, ia juga berani bertindak sesuai dengan caranya sendiri. Namun hal itu malah membuatnya dan dua orang sahabat setianya dipanggil idiot oleh orang lain.
Ceritanya sendiri bermula ketika Farhan menerima sebuah panggilan telepon dari rivalnya semasa kuliah yang bernama Cathur. Cathur mengabarkan Rancho yang telah lama menghilang pulang. Cathur meminta agar Farhan menemuinya di atap menara Imperial College of Engineering (ICE), tempat mereka kuliah dulu. Gara-gara kabar tersebut, Farhan pura-pura sakit dan membuat pesawat yang ditumpanginya mendarat darurat. Sebelum menemui Cathur di tempat yang dijanjikan, ia menjemput Raju, sahabatnya.
Sampai di atap menara ICE, Farhan dan Raju tidak menemukan Rancho, hanya ada Cathur seorang diri. Merasa ditipu, Farhan marah, dan Raju berusaha menenangkannya. Cathur kemudian menjelaskan maksudnya memanggil mereka ke tempat itu. Ia mengingatkan Farhan dan Raju pada taruhan yang telah mereka buat pada tanggal 5 September di tempat yang sama sepuluh tahun lalu. Sepuluh tahun yang lalu, Cathur menantang Rancho, untuk membuktikan siapa yang paling sukses di antara mereka.
Teringat akan taruhan tersebut serta ditambah dengan informasi terbatas yang dimiliki Cathur tentang keberadaan Rancho, dimulailah perjalanan mereka bertiga mencari Rancho. Dalam pencarian ini, Farhan mengalami flashback, ia teringat kembali akan sosok Rancho dan kejadian-kejadian yang mereka alami semasa kuliah. Susah, senang, sedih selama jadi mahasiswa di ICE (Imperial College of Engineering).
Banyak hal yang mereka alami semasa kuliah. Rancho adalah satu-satunya mahasiswa yang berani menentang Viru Sahastrabudhhe (virus) (Boman Irani), rektor ICE yang otoriter. Rancho menjadi ‘musuh’ bagi Virus, ia selalu menjadi sasaran kemarahan Virus. Hal ini juga berimbas pada Farhan dan Raju. Mereka sering mendapat masalah akibat ulah Rancho, diamarahi orang tua karena mendapat surat peringatan dari Virus, bahkan Raju sampai pernah mencoba bunuh diri karena tertekan. Namun ia masih berhasil diselamatkan dan sembuh dari kelumpuhan berkat usaha Rancho. Virus mau tak mau harus mengakui bahwa Rancho adalah mahasiswanya yang terbaik, terutama setelah Rancho mendapat peringkat pertama di salah satu mata kuliah yang membuatnya duduk berdampingan dengan Virus sebagai mahasiswa dengan peringkat terbaik di kelasnya. Selain itu, Rancho membantu persalinan putri Virus, kakak dari Pia anak terakhir dari Virus.
Dalam pencarian tersebut, mereka dikejutkan dengan fakta bahwa Rancho yang mereka kenal selama ini bukanlah identitas sahabat mereka yang sebenarnya. Rancho yang mereka kenal selama ini hanya seorang anak pelayan, tukang kebun yang disekolahkan oleh majikannya orang tuanya yang tak lain adalah menteri pada waktu itu dan ia bernama asli Chhote. Sedangkan Rancho yang asli adalah anak dari majikannya. Selama Rancho kuliah di ICE, Rancho yang asli tinggal di London. Ia tinggal menerima ijazah ICE saja atas namanya. Rancho asli memberikan alamat Rancho ‘palsu’ pada Farhan dan Raju.
Di tengah perjalanan Farhan teringat pada saat kuliah dulu. Ia teringat saat ia dan kedua temannya yang lain tengah mabuk, menyelundup ke rumah Virus yang tak lain adalah rektornya sendiri. Di rumah Virus, Farhan dan Raju berniat mendesak Rancho (Chhote) untuk mengungkapkan suara hatinya kepada Pia, anak Virus. Tibalah pada saat mereka tengah mabuk berat, Raju dkk mengencingi halaman rumah Virus. Paginya Virus marah besar kepada Raju karena Virus mengenal dengan cermat siapa orang yang semalam masuk ke rumahnya dengan diam-diam. Sampai akhirnya, Raju kena marah oleh Virus yang menyebabkannya dikeluarkan dari ICE sehingga membuatnya loncat dari gedung asramanya hingga menyebabkan ia dilarikan ke rumah sakit. Berbagai cara telah dilakukan Farhan dan Rancho (Chhote) untuk menyembuhkannya dari koma yang dideritanya akibat percobaan bunuh diri Raju. Mulai dari membelikan ibu Raju sari baru, membual tentang kakak Raju yang akan dinikahi Farhan, dll. Sampai akhirnya, usaha Rancho (Chhote) untuk menyembuhkan Raju Rastogipun tidak sia-sia. Raju kini tersadar dari koma yang dideritanya.
Sampai akhirnya tes wawancara pekerjaan itu tiba. Selama ini, hasil hobi memotret binatang milik Farhan ternyata dikirim secara diam-diam oleh Rancho (Chhote). Hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan oleh Farhan. Hingga membuat Farhan terharu dan tak percaya kalau ternyata ia diterima bekerja menjadi fotografer, menjadi asisten seorang Andre Istvan. Farhan pun meminta izin kepada ayahnya untuk menjadi seorang fotografer. Farhan meyakinkan ayahnya sehingga membuatnya ayahnya luluh dan menerimanya, Farhan ia perbolehkan menjadi seorang fotografer. Berbeda dengan Raju, ia tengah mengikuti tes wawancara pekerjaan yang diikutinya. Pada awalnya, ia tak diterima di tes itu. Namun, kejujuran Raju membuatnya mendapatkan sebuah pekerjaan. 
Dari Shimla―tempat Rancho asli berada, mereka melanjutkan perjalanan ke Ladakh. Di tengah perjalanan mereka menjemput Pia, gadis yang dicintai Rancho yang kebetulan adalah putri Virus. Mereka ‘menculik’ Pia yang pada hari itu yang sebenarnya akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Sudas.
Di hari itu, Virus tak dapat mempercayai kalau Raju akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan. Ia mempunyai inisiatif yang buruk untuk menggagalkan hasil tes Raju dengan cara membuat soal yang berbeda. Pia mengetahui apa yang direncanakan oleh ayahnya. Sehingga membuatnya mengatakan kepada Rancho dan membuat Rancho mencuri soal itu untuk diberikannya kepada Raju. Dengan susah payah, soal itu diperolehnya. Hingga Virus mengetahui apa yang  dilakukan Rancho yang membuatnya mengeluarkan dan mengusir Rancho. Disaat yang sama, tengah terjadi banjir besar dan kakak Pia harus melahirkan. Dengan kondisi yang seadanya, dengan bantuan Pia yang tak lain adalah dokter, Ranchopun membantu persalinan kakak Pia pada waktu itu. Ketika bayi itu telah lahir, Viruspun sadar bahwasanya tidak boleh memaksakan kehendak untuk menjadi seorang Insinyur. Di saat yang bersamaan, Virus memberikan
Di tengah perjalanan mencari Rancho (Chhote) akhirnya mereka berhasil menemukan Rancho (Chhote). Ia mendirikan sebuah sekolah dasar di Ladakh. Terungkaplah identitas asli Rancho. Ternyata ia bernama Phunsuk Wangdu ilmuwan dengan ratusan hak paten yang mengadakan kontrak kerjasama dengan Cathur. Cathur yang belum mengetahui hal tersebut awalnya merasa dialah yang memenangkan pertaruhan mereka, namun setelah tahu, ia menjadi malu dan meminta Rancho―atau Wangdu―agar tidak membatalkan kontrak dengan perusahaannya. Ceritapun berakhir, akhirnya Pia dan Phunsuk Wangdu bersatu.

2.3 Cara Menganalisis Film 3 Idiots: Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik yang terdapat dalam film 3 Idiotsadalah sebagai berikut :
  1. a.      Tema
Film yang dibintangi oleh Amir Khan ini mempunyai tema persahabatan sebagai tema utamanya. Tema persahabatan ini dirasa cocok mewakili isi cerita karena pada dasarnya, persahabatan antara Rancho, Farhan, dan Raju memang dominan dalam cerita. Unsur persahabatan diantara mereka bertiga dikisahkan disetiap bagian dalam cerita. Adapun bukti yang mendukung tema utama ini ada pada durasi 01 jam 08 menit 24 detik di bagian film,
Bukti: “Tidakkah dia mengatakan kepadamu, persahabatan lebih mulia dari manusia itu sendiri?”. Tema persahabatan dipilih karena konflik muncul akibat tema sekundernya yakni pendidikan. Bagaimana tokoh menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan.
Sedangkan tema sekundernya yakni pendidikan. Hal ini dapat diketahui dari isi film dimana antara unsur persahabatan dan pendidikan dalam film sangat menonjol. Unsur pendidikan sendiri dapat diketahui dari cerita film 3 Idiotsyang menceritakan tentang 3 orang sahabat yang tengah menempuh pendidikan tinggi di ICE (Imperial College of  Engineering) dimana universitas tersebut merupakan salah satu universitas terbaik yang ada di India. Hal tersebut diperkuat oleh Rancho yang ingin mengajarkan bahwasanya belajar tak melulu soal akademis, nilai. Pelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Ia pun ingin mengajarkan kepada Virus, selaku rektornya dengan berkata,“saya mengajari anda, bagaimana caranya mengajar. Dan saya yakin suatu saat nanti anda akan memahaminya. Karena saya tidak akan melepaskan tangan murid saya yang lemah. Belajar bisa dimanapun, selagi bisa, raihlah!”.  
  1. b.      Tokoh dan Penokohan
Dalam film 3 Idiotsini terdapat tokoh utama dan tokoh pembantu.
Tokoh utama diantaranya :
  1. 1.      RancchoddasShyamaldas Chanchad/ Phunsuk Wangdu / Chhote.
Diceritakan bahwasanya watak Chhote merupakan sosok yang pintar, suka menolong sesama teman, peduli, tegas, perhatian, cerdas, cerdik, kreatif, dan anak yang hebat. Dia bukanlah anak orang kaya, dia adalah anak yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Sejak kecil Rancho senang belajar.Pada saat ia duduk di bangku kelas kelas 6 SD, dia sudah bisa mengerjakan PR kelas 10. Sungguh sangat berbeda dari anak seumurannya yang lain. Namun disisi lain dia adalah anak yang usil, jail, suka menyelinap, dan rendah hati. Bukti:
“Sampai suatu hari, Master Ji mendapati seorang anak kelas 6 mengerjakan soal kelas 10”.
Farhan mengatakan:“Ada yang berbeda dari dirinya. Dia selalu menantang dunia dalam setiap langkahnya. Kami semua hanyalah robot yang dikendalikan oleh professor, mungkin dialah satu-satunya yang bukan robot”.
  1. 2.      Farhan Qureshi
Farhan merupakan sahabat yang baik bagi Rancho dan Raju. Ia seorang anak yang penurut terhadap orang tua. Yang memiliki kesenangan untuk mengabadikan objek dengan kamera. Namun dia terpaksa kuliah di ICE, karena ayahnya menyuruhnya untuk menjadi seorang insyinyur. Dia menuruti apa kata orang tuanya, selama ini dia selau taat dan patuh kepada orang tuanya. Setelah kenal dan dekat dengan Rancho niat untuk menjadi insyinyur sedikit meluntur karena sering banyak masalah ketika Farhan berteman dengan Rancho. Namun dia sadar dan percaya terhadap Rancho bahwa dia harus jadi fotografer. Dan akhirnya dia bilang kepada ayahnya dan akhinya berhasil disetujui dan mendapat pekerjaan itu.
“Aku tidak ingin menjadi insyinyur ayah. Aku tidak memahami mekanika, meski bisa mungkin aku akan menjadi ahli mesin yang buruk. Rancho mengatakan hal yang sederhana, yang kamu merasa gembira melakukannya, jadikan itu profesimu. Berkat kejujurannya kepada ayahnya, Farhanpun direstui untuk menjadi seorang fotografer. Bukan lagi menjadi seorang insyinyur seperti kemauan ayahnya.  
  1. 3.      Raju Rastogi
Anak dari keluarga yang kurang mampu, Dia seorang penakut, ia sempat bunuh diri karena diancam akan dikeluarkan. Raju juga orang yang ceroboh. Dia tipe orang yang berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan.
Yang membuat beliau (bapak) bertahan hidup hanyalah harapan melihat anaknya dapat menjadi insyinyur. Bagaimana tidak takut. Aku butuh pekerjaan yang layak, artinya aku butuh nilai, dan Viruslah pemilik nilai. Ayahku bukan orang yang kaya. Ranchoo maafkan aku, aku sangat ketakutan”.
Ia sangat ketakutan karena Virus mengancam akan mengeluarkannya dari ICE. Sehingga saat ia tidak dapat memutuskan antara dirinya atau Rancho yang akan keluar dari ICE maka ia pun mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan loncat dari gedung lantai 3.
  1. 4.      Viru Shastrabudi
seorang Rektor ICE yang sangat pandai. Dia memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dia juga bisa menulis menggunakan kedua tangannya secara bersama, dia juga serba tahu dan mau mencari tahu apa yang belum dia ketahui, Namun dia orangnya keras kepala, tidak mau kalah, orang yang kompetitif, egois, tidak mau disalahkan karena merasa ia benar, dan tidak mau mendengarkan orang lain.
“Jangan bicara yang tidak-tidak. Joy bunuh diri, kau menuduhku sebagai penyebabnya? Jika ada satu siswa tidak tahan pada tekanan, kenapa harus aku yang bertanggungjawab?ada banyak tekanan dalam hidup ini. Maka apakah kau akan selalu menyalahkan orang lain?”
  1. 5.      Pia
Gadis yang baik, rendah hati, mau membantu pengobatan ayah Raju yang tengah sekarat, berkat Pia juga ia berhasil memandu Rancho melalui persalinan kakak Pia.  
“Jika kau terlambat membawanya, 2 atau 2,5 jam mungkin kita sudah kehilangan dia”.
  1. 6.      Cathur Ramalingam  
Teman seangkatan dari Rancho, Raju, dan Farhan. Ia berwatak sombong, pandai (dalam hal belajar) meski kepandaiannya terkadang dilakukan karena bertujuan menghancurkan orang lain, metode yang ia gunakan adalah metode manghafal, jadi setiap hari dia menghafalkan semua materi dan sama persis seperti buku. Namun dia juga  tipe orang yang suka menjerumuskan, sombong, dan banyak bicara, tidak mau disalahkan dan suka pamer.
Lihat vila di belakangnya Idiots, aku membelinya 3,5 Milyar.    Lamborghiniku yang baru, 6496 cc sangat cepat”.
  1. 7.      Suhas
Calon tunangan Pia. Ia orang yang sombong, suka pamer, semua baginya dinilai dengan uang.
“Apa yang kamu pakai? Jam tangan abad 18? Apa nanti kata orang?.
Kau mendapatkan jam mahal itu dengan gratis. Sekarang kau hanya akan memakai jam kunomu untuk jamuan”.
Adapun tokoh sampingan (pemanis) dari film 3 Idiotsini adalah:
-Ayah dan Ibu Raju Rastogi
-Ayah dan Ibu Farhan
-Istri Raju Rastogi
-Kakak Pia, Mona
-MM (petugas pembantu/pesuruh yang bekerja di asrama)
-kakak Raju Rastogi
-RancchoddasShyamaldas Chanchad (asli)
-dokter rumah sakit, suster rumah sakit, dll.
  1. c.       Alur
Alur yang digunakan dalam film 3 Idiotsini adalah alur campuran. Dimana terdapat banyak flashback atau ingatan yang dilakukan oleh tokoh Farhan dalam mengingat masalalunya dulu pada saat ia masih menempuh pendidikan di ICE (Imperial College of Engineering) bersama kedua sahabatnya, Rancho dan Raju.
  1. d.      Setting
    1. 1.      Setting Suasana
-bangga:
pada saat Farhan, Raju, Rancho dapat diterima menjadi salah satu mahasiswa di universitas terbaik yang ada di India, ICE (Imperial College of Engineering.
-sedih/duka:
suasana ini tercipta pada saat Joy Lobo meninggal karena bunuh diri.
-senang, gembira:
pada saat mereka dapat bertemu dengan sahabat lamanya, Chotte, Phunsukh Wangdhu.
-tegang:
terjadi pada saat Farhan yang ketika itu dimarahi oleh ayahnya karena ia tidak boleh menggeluti bidang fotografer.
-mengharukan:
pada saat Farhan meminta restu kepada ayahnya untuk menjadi fotografer. Seperti yang diketahui, ayah Farhan tidak menginzinkan anaknya menjadi seorang fotografer, dan ayahnya bersikeras meminta Farhan untuk menjadi seorang insinyur. Tetapi, dengan debat panjang dengan ayahnya, ia akhirnya direstui untuk menjadi seorang fotografer 

  1. 2.      Setting Tempat
ü  di bandara :
pada saat Farhan menerima telepon, ia tengah ada di dalam pesawat, dan ia pura-pura sakit agar diturunkan dari pesawat.
ü  di asrama(meliputi di dalam kelas, kamar, dan kamar mandi) :
pada saat Rancho dkk tengah di asrama, baik itu di dalam kelas dalam proses belajar mengajar ataupun tengah berada di kamar, dan di kamar mandi.
ü  Di Rumah Pia/Virus
Pada saat Rancho bertaruh dengan Farhan dan Raju ia mengatakan bahwa ia akan menyatakan cintanya kepada Pia. Akhirnya, berakhir dengan peristiwa kejar-kejaran dengan Virus karena 3 orang sahabat itu mengencingi rumah Virus.
ü  di rumah sakit:
pada saat Rancho sedang menolong orang tua Raju yang tengah sekarat dengan dibantu pertolongan dari Pia.
ü  Di pusat perbelanjaan :
pada saat Pia tengah dibelikan sebuah jam tangan oleh Suhas. Pada saat itu juga ia melihat Rancho dan memarahinya.
  1. 3.      Setting Waktu
    1. 5 September (hari ini)
“10 tahun dari sekarang kita bertemu di tempat ini” kata Chatur.
  1. 31 Januari, 1978. Pukul 5.15
Diketahui sebagai hari kelahiran Farhan.
  1. 5 September (10 tahun kemudian)
pada saat Chatur menelepon Farhan dan Raju. Ia memberitahukan kabar tentang Rancho, dan bersama-sama mencari Rancho.
  1. e.       Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam film 3 Idiotsini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dimana sudut pandang Farhan sebagai tokoh ‘yang serba tahu’ ia mempunyai andil yang besar tentang jalannya cerita dalam film. Ia berperan sebagai penentu jalan cerita.
  1. f.       Gaya Bahasa dan Penceritaan
Gaya bahasa  dan penceritaan dalam film dikemas dengan menggunakan gaya bahasa yang khas, yakni dengan menambahkan unsur tradisional didalamnya seperti bahasa Sansekerta (india murni). Penceritaan dalam film sendiri dikemas dengan baik terbukti menghasilkan film yang bukan hanya sekadar film namun dapat memberi pembelajaran. Selain itu, film ini dikemas dengan cara yang menyenangkan dengan menghadirkan unsur komedi di dalamnya sehingga menghasilkan film yang bukan hanya lucu, tetapi menambah pengetahuan serta membuka mata kita tentang apa itu pendidikan dan bagaimana seharusnya pendidikan itu diterapkan.
  1. g.      Amanat
Banyak hal yang dapat dipetik ketika melihat film 3 Idiotsinidiantaranya adalah sebagai orang tua, tidak ada salahnya menginginkan anaknya untuk menjadi apa yang dikehendaki oleh orang tua. Sebagai orang tua, kita tidak boleh egois dalam menuntut anak agar sesuai dengan apa yang kita inginkan. namun, kita selaku orang tua, harus mendukung potensi yang ada dalam anak tersebut.

2.4    Unsur Ekstrinsik
a)      Nilai-nilai yang terkandung dalam Film 3 Idiots
Setelah menonton film 3 Idiotsini, banyak sekali nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik diantaranya:
1)      Nilai Pendidikan
  • Pembelajaran bukan sebuah mesin yang selalu bekerja secara statis.
  • Belajar untuk berani menerapkan teori-teori yang telah di pelajari.
  • Belajar adalah memahami pengetahuan baru bukan menghafal isi buku.
  • Belajar bukan untuk mencari nilai, tetapi untuk memperoleh pengetahuan.
  • Belajar bukan untuk mengejar kesuksesan, tetapi untuk membesarkan jiwa.
  • Belajar itu bukan untuk mengumpulkan ilmu, tetapi justru mempertajam cara memperoleh ilmu.
  • Kejujuran salah satu proses dalam pembelajaran.
  • Belajar dan bekerjalah sesuai dengan pilihanmu sendiri, maka engkau akan senang menjalaninya.
  • Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa.
  • Kita memang harus belajar dengan sangat serius, tapi, bukan cuma untuk lulus belaka.
  • Jangan mengejar kesuksesan, kejarlah kesempurnaan, maka kesuksesan akan mendatangimu 
2)      Nilai Sosial dan nilai moral
  • Sebagai makluk sosial, harus saling membantu dalam suka dan duka.
  • Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, kita jangan mudah untuk putus asa dan harus berpikiran positif.
  • Perubahan dimulai dari diri sendiri. Percaya pada diri sendiri merupakan kunci utama menuju kesuksesan.
  • Jangan pernah merendahkan kemampuan orang lain.
  • Persahabatan sejati yang tak memandang asal, rupa, harta, dan jabatan.
3)      Nilai Religuisitas
  • Dalam film, nilai religiusitas dapat dilihat pada saat mahasiswa ICE tengah menghadapi ujian. Berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolongan dalam hal belajar memang baik, namun ada kalanya berdoa tidak hanya dilakukan pada saat kita butuh semata, melainkan setiap hari dan setiap saat.
  • Mengingat Tuhan tidak hanya dilakukan pada saat kita tengah mengalami kesulitan semata, namun mengingat Tuhan sebaiknya dilakukan pada saat senang maupun sedih.

b)     Kelebihan dan kelemahan dalam film
Film yang mengupas kritik mengenai sistem pendidikan di India yang disuguhkan melalui cerita remaja, bernada kritis dan dibungkus unsur komedi dan drama, seolah-olah seperti praktek nyata di dunia pendidikan Indonesia yang tak jarang hanya memacu mahasiswanya hanya untuk mendapatkan nilai bagus, lulus, kerja, kaya, tanpa memerdulikan potensi lain yang ada dalam dirinya. Di sisi lain, sistem yang hanya mementingkan kompetisi yang akan membuat mahasiswa tidak pernah berpikir kreatif, karena takut bahwa hasil karyanya tidak sesuai dengan yang diinginkan dosen atau institusi. Demokrasi dalam berpendidikan inilah yang barangkali mengilhami lahirnya konsep SCL (Student Center Learning).
Pesan lain yang ingin disampaikan dalam film ini adalah milikilah kepercayaan pada diri sendiri. Jadilah orang yang memahami kemampuan diri sendiri dan maksimalkan potensi yang ada, niscaya kesuksesan akan menyertai.
Selain memberikan beberapa kritik dan pelajaran penting seputar dunia pendidikan, film ini juga memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya, alur maju-mundur yang cukup dominan di film dirasa agak membingungkan. Pada film-film lain, biasanya terdapat penanda yang menunjukkan apakah adegan tersebut terjadi pada hari ini atau masa lampau. Tidak ada penanda (keterangan) yang menyertai film sehingga sebagai penonton kita dibuat bingung. Selain itu penggunaan bahasa India yang bercampur dengan bahasa Inggris berdialek India menjadi hal yang cukup menggelikan sekaligus terdengar aneh. Penggunaan bahasa India memang sudah menjadi tradisi, namun penonton sekali lagi dibuat bingung karena logat/dialek pemain yang menggunakan kedua bahasa, yakni bahasa Inggris dan India tidak disertakan terjemahan, pada saat pemain menggunakan dialog bahasa India.


BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN
Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa film 3 Idiots ini banyak memberikan pelajaran, baik itu dalam persahabatan, kesetiakawanan, sosial, pendidikan, dll. Bercerita tentang ketiga sahabat Farhan, Raju dan Rancho yang sama-sama tengah menempuh pendidikan di ICE (Imperial College of Engineering) yang merupakan salah satu universitas terbaik di India.
Film ini dapat dianalisis melalui 2 cara yakni melalui pendekatan struktural, melalui unsur-unsurnya baik itu unsur intrinsik yang meliputi tokoh dan penokohan, alur, latar, setting (suasana, tempat, waktu), sudut pandang, alur, dan unsur ekstrinsik yang meliputi nilai-nilai yang terkandung dalam film 3 Idiots ini. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dari melihat film 3 Idiots ini diantaranya nilai pendidikan, nilai moral, nilai sosial, dan nilai religiusitas.
            Film ini juga mengajarkan bahwa banyak sekali ilmu bermanfaat yang ada di luar sekolah, dan belajartidak harus di bangku sekolah saja. Belajar dapat dilakukan dimanapun. Tak hanya itu, film ini mengajarkan kita agarberpikiran positif dalam keadaan keadaan apapun, meski dalam keadaan terdesak sekalipun. Dengan berpikiran positif memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi kesulitan yang ada.

ALIRAN FILSAFAT TIMUR

QADARIYAH DAN JABARIYAH

       A. Pendahuluan
Allah adalah pencipta alam semesta ini, termasuk juga semua yang ada di dalamnya, mulai dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Allah bersifat Mahakuasa, maha mengatur dan mempunyai kehendak yang bersifat mutlaq. Maka timbul pertanyaan, sampai dimanakah manusia sebagai ciptaan Allah, apakah manusia bergantung 100% kepada taqdir Allah Swt dalam menjalani hidupnya? ataukah manusia mempunyai kemerdekaan dalam mengatur hidupnya tanpa bergantung pada taqdir?
Iman kepada taqdir  merupakan keyakinan yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim. Iman kepada taqdir adalah bagian dari rukun iman, dan juga merupakan salah satu tanda iman. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw. ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman, Beliau menjawab bahwa salah satu tanda iman adalah percaya pada taqdir baik dan taqdir buruk yang telah ditentukan Allah Ta'ala. Pemahaman seperti inilah yang dipegang teguh oleh para ulama salaf.  Orang yang beriman kepada taqdir, dengan cara yang benar, berarti telah merealisasikan tauhid kepada Allah Swt. dan berjalan di atas petunjuk  Rabb-nya.
Dalam permasalahan taqdir (qadha dah qadar) ini ada beberapa kelompok besar yang pemahamannya sangat ekstrim (berlebihan) dan saling bertolak belakang. Kelompok ini muncul di akhir era para sahabat. Di antara kelompok tersebut adalah Qadariyah dan Jabariyah. Pemikiran qadariyah ini bercorak liberal, sedangkan jabariyah mempunyai corak pemikiran tradisional.
Munculnya corak pemikiran yang beragam dalam Islam disebabkan karena semakin luasnya wilayah Islam ke Timur dan ke Barat. Umat Islam mulai bersentuhan dengan keyakinan dan pemikiran dari ajaran-ajaran lain, terutama filsafat Yunani. Seperti diketahui wilayah-wilayah yang bergabung dengan Islam, terutama di bagian Barat adalah wilayah-wilayah yang pernah diduduki oleh bangsa Romawi(Yunani).
 B. Qadariyah
1. Pengertian dan asal usul qadariyah
Kata Qadariyah berasal dari bahasa Arab qadara yang berarti kemampuan dan kekuatan. Nama Qadariyah juga berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kemampuan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri, bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar atau ketentuan Allah. Dalam istilah Inggrisnya paham ini dikenal dengan nama free will  dan  free act.
Tidak ada keterangan pasti kapan paham ini muncul dalam sejarah perkembangan teologi Islam. Tetapi menurut keterangan para ahli teologi Islam, paham qadariyah pertama kali dibawa oleh seorang bernama Ma’bad al-Juhani yang berasal dari Bashrah dan temannya bernama Ghailan al-Dimasyqi. Menurut Ibnu Nabatah dalam bukunya syarh al-‘uyun, Ma’bad al-Juhani dan Ghailan mengambil paham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam di Iraq. Dan menurut al-Zahabi, Ma’bad adalah seorang tabi’I yang baik, tetapi ia memasuki kawasan politik dan memihak ‘Abd al-Rahman Ibn Asy’as dalam menentang kekuasaan Bani Umayyah. Ma’bad mati terbunuh dalam tahun 80 H. Ia mati dibunuh oleh al-Hajjaj, seorang gubernur dari Bani Umayyah yang terkenal kejam dan berdarah dingin.
Setelah kematian Ma’bad, Ghailan terus menyebarkan paham qadariyah di Damaskus, tetapi ini tidak berjalan lancar karena mendapat tantangan dari khalifah ‘Umar Ibn ‘Abd al-‘Aziz. Baru setelah kematian ‘Umar ia melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti pada masa itu. Tapi akhirnya ia mati dihukum bunuh oleh Hisyam ‘Abd al-Malik.Sebelum dilaksanakan hukuman tersebut diadakanlah debat antara Ghailan dan Awza’i yang langsung dihadiri oleh Hisyam mengenai paham yang dibawa Ghailan.
Qadariyah adalah sebuah firqah yang mengingkari ilmu Allah terhadap perbuatan hambaNya dan mereka berkeyakinan bahwa Allah belum membuat ketentuan terhadap makhlukNya.Mereka berpendapat bahwa tidak ada takdir, mereka mengingkari iman dengan qadha dan qadar. Mereka juga mengatakan bahwa Allah tidak menentukan dan tidak mengetahui sebuah perkara sebelum terjadi, bahkan Allah baru mengetahui sebuah perkara setelah terjadi. Dalam kitab Al-Milal wa Al-Nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan tentang doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan antara kedua aliran ini kurang begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskan bahwa doktrin qadar lebih luas di kupas oleh kalangan Mu’tazilah, sebab faham ini juga dijadikan salah satu doktrin Mu’tazilah. Akibatnya, sebahagian orang juga menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua aliran ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan Tuhan.
 
2. Paham dan doktrin qadariyah
            Hampir semua paham-paham qadariyah bertentangan dengan apa yang dipahami ahlu al-sunnah wa al-jamaah. Adapun paham yang dikembangkan kaum qadariyah diantaranya adalah:
1. Meletakkan posisi manusia sebagai makhluk yang merdeka dalam tingkah laku dan semua perbuatan, baik dan buruknya. Mereka meyakini bahwa manusia mempunyai kekuatan untuk menentukan nasibnya tanpa ada intervensi dari Allah Swt. Jadi manusia mendapatkan surga dan neraka karena kehendak mereka sendiri bukan karena taqdir. Paham ini merupakan ajaran terpenting dalam keyakinan qadariyah.
2. Kaum qadariyah mengatakan bahwa Allah itu Esa, dalam artian bahwa Allah tidak memiliki sifat-sifat Azaly, seperti ilmu, kudrah dan hayat. Menurut mereka Allah mengetahui semuanya dengan zatNya, dan Allah berkuasa dengan zatNya, serta hidup dengan zatNya, bukan dengan sifat-sifat qadimNya tersebut. Mereka juga mengatakan, kalau Allah punya sifat qadim tersebut, maka sama dengan mengatakan bahwa Allah lebih dari satu.
3. Takdir merupakan ketentuan Allah SWT terhadap hukum alam semesta sejak zaman azali, yaitu hukum yang dalam Al-Qur’an disebut sunnatullah, seperti matahari terbit dari timur, rotasi bumi dll. Tidak termasuk perbuatan dan tingkah laku manusia.
4. Kaum qadariyah berpendapat bahwa akal manusia  mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, walaupun Allah tidak menurunkan agama. Agama tidak menyebabkan sesuatu menjadi baik karena diperintahkannya, dan tidak pula menjadi buruk karena dilarangnya. Bahkan perintah atau larangan agama itu justru mengikuti keadaan segala sesuatu, kalau sesuatu itu buruk, tentu saja agama melarangnya, begitu sebaliknya.
Sebenarnya dalam golongan qadariyah sendiri ada perbedaan pendapat dan pemahaman seputar masalah taqdir. Ada golongan qadariyah yang berpendapat bahwa kebaikan berasal dari Allah Ta’ala, sedangkan keburukan berasal dari manusia itu sendiri. Pemahaman ini sama dengan menganggap ada dua pencipta. Ada yang berpendapat bahwa semua kebaikan dan keburukan penciptanya adalah pelakunya sendiri. Sebagian golngan qadariyah lainnya menyebutkan bahwa setelah Allah menciptakan makhluk, lalu Allah menciptakan kemampuan pada makhluk tersebut untuk berbuat sesuai kemauannya tanpa ada pengaturan lagi dari Allah. Pemahaman ini berarti setelah Allah menciptakan alam semesta Allah menganggur, hanya menonton kejadian yang terjadi di alam.
Karena pendapat dan pemahaman-pemahaman seperti inilah muncul celaan-celaan terhadap qadariyah. Sebagaimana Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, ia berkata, "Rasullah saw. bersabda, “Qadariyah adalah majusi ummat ini. Jika mereka sakti jangan kalian jenguk dan jika mereka mati jangan kalian saksikan jenazahnya," (Hasan, Silsilah Jaami' ash-Shaaghiir [4442]). Ibnu Abi 'Izz al-Hanafi dalam kitab al-Aqidah ath-Thahaawiyah (hal.524) berkata, "Akan tetapi penyerupaan mereka dengan Majusi sangatlah nyata. Bahkan keyakinan mereka lebih buruk dari majusi. Karena Majusi meyakini adanya dua pencipta sedangkan qadariyah meyakini adanya banyak pencipta."
Dalam kitab Al Ibana al-Kubra Li Ibni Batha,  disebutkan bahwa Imam Al- Au'zai mengatakan :
 القدرية خصماء الله عز وجل في الأرض 
 "Qadariyyah adalah musuh Allah di dunia"
Yang dimaksud musuh Allah di sini adalah musuh mengenai taqdir Allah, karena taqdir Allah terdiri dari kebaikan dan keburukan. Demikian pula perbuatan manusia terdiri dari dua macam yaitu baik dan buruk.    
Dalam kitab As-Sunnah,  Ibn Abi 'Ashim meriwayatkan dari Sa'ad bin Abd al-Jabbar, katanya: "Saya mendengar Imam Malik bin Anas berkata: Pendapat saya tentang kelompok Qadariyyah adalah, mereka itu disuruh bertaubat. Apabila tidak mau, mereka harus dihukum mati".
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman seperti kelompok Qadariyyah itu sesat dan menyesatkan. Karena itu kaum muslimin hendaklah berhati-hati terhadap orang atau kelompok yang memiliki pendapat seperti mereka. Allah yang Maha Suci,  tidak mungkin kekuasaan-Nya ditembus oleh sesuatu tanpa kehendak-Nya. Memang seorang hamba memiliki keinginan dan kehendak, akan tetapi semua itu tetap mengikut kehendak dan keinginan Allah. Manusia memiliki kebebasan untuk berbuat, namun kebebasan yang mengikuti kehendak dan keinginan yang memberi kebebasan yaitu Allah.
 C. Jabariyah 
1. Pengertian dan asal-usul Jabariyah
            Nama jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Dalam istilah Inggrisnya paham ini disebut fatalism atau predestination. Dalam kontek pemikiran kalam, istilah jabariyah diartikan bahwa manusia makhluk yang terpaksa di hadapan Tuhan.
            Menurut Syahrastani, Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara hakikat dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah Swt. Artinya, manusia tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang menentukan segala-galanya.
            Paham Jabariyah ini dalam sejarah teologi Islam ditonjolkan  pertama kali oleh al-Ja’d Ibn Dirham. Tetapi yang mengembangkannya kemudian adalah Jahm Ibn Safwan dari Khurasan. Jahm Ibn Safwan  merupakan pendiri golongan Jahmiyah dalam kalangan Murji’ah. Ia ikut dalam gerakan melawan kekuasaan Bani Umayyah. Dalam perlawanan itu Jahm dapat ditangkap dan kemudian dihukum mati di tahun 131 H. Selain dua tokoh tersebut, ada satu nama lagi yang cukup dikenal di kalangan Jabariyah, yaitu al-Husein Ibn Mahmud al-Najjar, seorang tokoh dari golongan Jabariyah moderat. Paham yang dibawa tokoh-tokoh Jabariyah ini adalah lawan ekstrim dari paham yang dianjurkan Ma’bad dan Ghailan.
2. Para Pemuka Jabariyah dan Doktrin-Doktrinnya
            Menurut al-Syahrastani, Jabariyah dapat dikelompokan menjadi dua bagian, kelompok ekstrim dan moderat. Di antara tokoh-tokoh Jabariyah ekstrim adalah Jahm Ibn Safwan dan Ja’ad Ibn Dirham. Tokoh dari kalangan moderat nama al-Hasan Ibn Muhammad al-Najjar. Dari tokoh-tokoh ini lahir beberapa kelompok dalam aliran Jabariyah, diantaranya adalah:
1)      Kelompok  Jahmiyah
            Mereka adalah para pengikut Jahm Ibn Safwan, yang kebid’ahan dan ajarannya muncul di Khurasan. Kelompok ini termasuk dalam kelompok ekstrim Jabariyah.Pada akhir kekuasaan Bani Umayyah, Jahm akhirnya dibunuh oleh Salam Ibn Ahwaz al-Mazini di kota Moru, salah satu kota paling terkenal di Khurasan. Diantara doktrin kelompok Jahmiyah ini adalah:
a)      Allah tidak memiliki sifat-sifat azaly, karena hal ini akan menjadikan Allah serupa dengan makhluk. Pendapat ini sama dengan apa yang dikemukakan oleh Mu’tazilah.
b)      Bid’ah jabr. yaitu pernyataan bahwa manusia tidak mempunyai kemampuan dan daya upaya sama sekali, bahkan semua kehendaknya muncul karena dipaksa oleh Allah Swt.
c)      Bid’ah irja’, yaitu bahwa iman cukup hanya dengan ma’rifat. barang siapa yang inkar di lisan maka hal tersebut tidak membuatnya kafir sebab ilmu dan ma’rifat tidak bisa lenyap karena ingkar, dan keimanan tidak berkurang dan semua hamba setara dalam keimanannya serta iman dan kufur hanya dalam hati tidak dalam perbuatan.         
d)     Mereka berpendapat bahwa surga dan neraka, serta penduduk yang ada di dalamnya tidak kekal.
e)      Kaum Jahmiyah juga mengatakan bahwa al_Quran adalah makhluk Allah. Pendapat itu merupakan dampak dari tidak mengakui sifat Allah. Karena Allah tidak bersifat kalam , maka al-Quran itu bukanlah kalamullah yang qadim.
2)       Kelompok Najjariyah
            Mereka adalah pengikut Husein Ibn Muhammad an-Najjar. Kelompok ini termasuk kelompok moderat. Najjariyyah juga terbagi menjadi beberapa kelompok kecil (Barghutsiyah, Za’faraniyah dan Mustadrikah), tetapi mereka tidak berbeda dalam prinsip-prinsip pokok dalam aliran Jabariyah. Diantara doktrin-doktrin Najjariyah adalah:
a)      Mereka berpendapat bahwa Tuhanlah yang menciptakan perbuatan-perbuatan manusia, baik dan buruknya, tetapi manusia mempunyai andil atau peran dalam perwujudan perbuatan-perbuatan itu.
b)      Tuhan tidak dapat(mustahil) dilihat di akhirat. Akan tetapi, An-Najjar menyatakan bahwa Tuhan dapat saja memindahkan potensi hati (ma’rifat) pada mata sehingga manusia dapat melihat Allah. 
  3)    Kelompok Dhirariyah
Aliran al-Dhirariyah juga merupakan salah satu daripada aliran al-Jabariyyah yang dipelopori oleh Dirar bin ‘Amru al-Kufi di akhir pemerintahan Bani Umayyah. Pemikiran yang dibawa oleh Dhirar ini juga dikatakan aliran yang moderat sebagaimana aliran al-Najjariyah mengenai konsep kasb. Menurut pehaman ini Tuhan dan manusia bekerjasama dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan manusia. Manusia tidak semata-mata dipaksa melakukan perbuatan mereka, tidak hanya merupakan wayang yang digerakkan dalang. Walaupun pada hakikatnya setiap perbuatan manusia itu adalah diciptakan oleh Allah Swt.
      Mengenai ru’yat Tuhan di akhirat, Dhirar mengatakan bahwa Tuhan dapat dilihat di akhirat melalui indera keenam. Ia juga berpendapat bahwa hujjah yang dapat diterima setelah Nabi adalah ijtihad. Hadis ahad tidak dapat dijadikan sumber dalam menetapkan hukum.
3. Dalil-dalil yang menjadi dasar paham Jabariyah
            Paham-paham yang dikembangkan Jabariyah tetap didasarkan kepada ayat-ayat al-Quran. Ayat-ayat tersebut diantaranya adalah:
1)      QS al-An’am ayat 112
 
Artinya: niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah  menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
2)      QS al-Shaffat ayat 96
  
Artinya: Padahal Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
3)      QS al-Hadid ayat 22   
Artinya:  tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
4)      QS al-Anfal ayat 17


Artinya:  Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.
5)      QS al-Insan ayat 30
 
Artinya: dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
          Setelah melihat ayat-ayat yang menjadi sandaran bagi kaum Qadariyah dan Jabariyah di atas, maka tidak mengherankan kalau dua paham ini masih tetap berkembang dalam kalangan umat Islam, walaupun pelopor-pelopor paham ini sudah tiada. Dalam sejarah teologi Islam,  selanjutnya paham Qadariyah dianut oleh kaum Mu’tazilah, sedangkan paham jabariyah, dilanjutkan oleh Asy’ariyah.
D. Penutup
            Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa:
1.      Qadariyah adalah sebuah firqah yang mengingkari ilmu Allah terhadap perbuatan hambaNya dan berkeyakinan bahwa Allah belum membuat ketentuan terhadap makhlukNya.
2.      Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara hakikat dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah Swt. Artinya, manusia tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang menentukan segala-galanya.
3.      Takdir adalah sesuatu yang harus kita imani, dan ini merupakan salah satu rukun dari enam rukun iman.
4.      Agama kita adalah agama rasional, sesuai dengan sabda Rasulullahi Saw: “Laa diina liman laa ‘aqla lah”. Tetapi tidak semuanya yang bisa kita terima dengan akal, ada beberapa hal yang harus kita terima dengan iman. Imam ‘Ali pernah berkata: “Seandainya semua hal dalam agama ini bisa diakali, pastilah telapak khuf lebih utama untuk disapu.”
Mudah-mudahan makalah yang sederhana ini bisa bermanfaat kita, terutama dalam memahami paham-paham qadariyah dan jabariyah. Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi bahasa, sistematika penulisan, dll. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
Penulis mohon maaf atas semua kekurangan dan keterbatasan. Terima kasih atas kerjasama dan saran dari pembaca semua. WASSALAMUALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARRAKATUH.